Berkat Tangan Dingin Yori Antar, Taman GBK Senayan Mencuri Perhatian

Kompas.com - 11/09/2018, 13:11 WIB
Arsitek Yori Antar saat ditemui dalam acara Penganugerahan Apresiasi kepada para pendukung keberhasilan Asian Games 2018, di Jakarta, Senin (10/9/2018). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAArsitek Yori Antar saat ditemui dalam acara Penganugerahan Apresiasi kepada para pendukung keberhasilan Asian Games 2018, di Jakarta, Senin (10/9/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Renovasi Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan di Jakarta menjelang Asian Games 2018 melibatkan berbagai pihak, baik institusi maupun perorangan.

Salah seorang yang terlibat yaitu Yori Antar. Arsitek, putra maestro arsitektur Indonesia Han Awal, ini sukses mengubah taman GBK Senayan menjadi fasilitas ramah kalangan berstandar internasional.

Berkat tangan dinginnya, taman GBK Senayan mencuri perhatian, selain tentu saja venue-venue yang memang didedikasikan untuk pertandingan olahraga.

Yori mengaku diminta secara personal oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang bertindak selaku Ketua Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana Asian Games 2018.

Dia mendapat kepercayaan untuk merenovasi taman di luar stadion menjadi ruang terbuka hijau yang memiliki ciri khas Indonesia.

Baca juga: Tak Boleh Ada yang Mengklaim, Asian Games Sukses Bersama

Pria dengan ciri khas rambut diikat ini dikenal sebagai arsitek yang sering mengunjungi berbagai daerah di Indonesia untuk melestarikan rumah adat.

"Saya sebagai arsitek diminta Pak Basuki untuk membuat master plan koridornya. Brief-nya jelas, tolong berikan sentuhan rasa keindonesiaan dalam GBK yang lagi rebranding," ujar Yori saat ditemui Kompas.com, Senin (10/9/2018) di Jakarta.

Pengunjung berfoto di Zona Bhin Bhin berada diantara Pintu 5 dan Pintu, GBK atau tepatnya di depan Asian Games Official Merchandise Super Store. Foto diambil Jumat (24/8/2018).KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA Pengunjung berfoto di Zona Bhin Bhin berada diantara Pintu 5 dan Pintu, GBK atau tepatnya di depan Asian Games Official Merchandise Super Store. Foto diambil Jumat (24/8/2018).
Dia menjelaskan, renovasi yang dilakukan berupa pelebaran taman menjadi ruang terbuka hijau (RTH) sehingga bisa menampung lebih banyak orang untuk beraktivitas.

Baca juga: Basuki Berkisah, Persiapan Asian Games Ibarat Musik Rock and Roll

Setelah dilebarkan, ruang terbuka itu menjadi ruang publik yang bisa digunakan untuk tempat masyarakat berkumpul, berolahraga, berjualan, nonton bareng, dan berbagai kegiatan lain.

"Kami melebarkan koridor itu tiga sampai empat kali lipat. Setelah kami lebarkan, koridor itu jadi ruang publik. Bisa jadi tempat kumpul-kumpul, nobar, ada stan jualan, jadi meriah," ucap Yori.

Selain itu, lanjutnya, pengelola Kompleks GBK juga bisa menyewakan tempat itu untuk berbagai kegiatan tersebut sehingga ada pemasukan.

Nantinya, pemasukan itu bisa digunakan antara lain untuk biaya pemeliharaan fasilitas yang ada di kompleks GBK. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X