70 Persen Bahan Material Produk Interior Diimpor

Kompas.com - 07/09/2018, 11:24 WIB
Pembukaan Homedec 2018 di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Kamis (6/9/2018). Kompas.com / Dani PrabowoPembukaan Homedec 2018 di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Kamis (6/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dipastikan berpengaruh terhadap industri interior. Pasalnya, mayoritas produk interior masih menggunakan bahan baku impor sebagai materialnya.

Ketua Himpunan Desainer Interior Indoneia (HDII) Lea Aziz mengungkapkan, 70 persen bahan material produk interior yang dibuat di Indonesia masih berasal dari luar negeri.

Baca juga: Homedec 2018 Bidik Transaksi Rp 40 Miliar 

"Kita bisa lihat kaca, kursi, atau material sintetik lainnya, itu semua bahannya masih impor. Cat, pelitur semua impor. Plastik kita masih impor, rotan sintetis, HPL (high pressure laminate) itu juga masih impor," kata Lea di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Menurut dia, pabrik bahan baku yang ada di Indonesia belum cukup mampu untuk mendukung produsen produk interior, sehingga mereka masih perlu untuk mengimpor bahan baku dari luar negeri.

"Pabrik kita masih sedikit, enggak ada 5 persen, paling 2,5 persen kali. Yang lain semuanya masih impor," cetus Lea.

Sementara itu, ia menambahkan, material pengganti juga belum ada di dalam negeri. Sejauh ini, Indonesia baru memiliki bahan dasar seperti kayu dan bambu yang berasal dari hutan produksi, namun belum siap pakai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X