Soal Nasib Wisma Atlet, Ini Kata Anies Baswedan

Kompas.com - 04/09/2018, 18:23 WIB
Para atlet peserta Asian Games 2018 dari berbagai negara tiba di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (15/8/2018). Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) mencatat sudah 1.483 Atlet dari 37 negara peserta yang menghuni Wisma Atlet Kemayoran. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPara atlet peserta Asian Games 2018 dari berbagai negara tiba di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (15/8/2018). Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) mencatat sudah 1.483 Atlet dari 37 negara peserta yang menghuni Wisma Atlet Kemayoran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membahas nasib Wisma Atlet Kemayoran.

Wiswa yang terdiri atas sepuluh menara tersebut sebelumnya menjadi tempat tinggal sementara bagi para atlet yang bertanding saat Asian Games 2018.

"Saya akan atur pertemuan dengan Kementerian PUPR karena itu aset mereka. Saya tidak ingin memberikan pernyataan sepihak sebelum ada pertemuan koordinatif dengan pemerintah pusat yang memiliki aset tersebut," kata Anies di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Baca juga: Ini Harga Ideal Wisma Atlet Kemayoran Jika Dilepas ke Pasar

"Dengan begitu perencanaan join harapannya, eksekusinya lebih mudah," imbuh dia.

Inasgoc selaku penyelenggara Asian Games sendiri dalam waktu dekat akan menyerahkan pengelolaan Wisma Atlet Kemayoran kepada Pusat Pengelolaan Kawasan (PPK) Kemayoran.

Penyerahan tersebut dilakukan dalam kurun waktu 1-2 minggu ini. Namun, saat kegiatan Asian Paragames yang akan digelar pada Oktober 2018 mendatang, pengelolaan tersebut diserahkan kembali ke Inasgoc.

"Kami serah terima dari Inasgoc kepada PPK Kemayoran lagi. Kita enggak serah terima ke Inasgoc, nanti Inasgoc mendapat dari PPK Kemayoran," kata Direktur Media dan PR Inasgoc Danny Buldansyah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, sesuai peruntukkan awal, Wisma Atlet Kemayoran akan difungsikan sebagai rumah susun sederhana sewa (rusunawa) setelah seluruh kegiatan olahraga internasional selesai digelar.

Namun, bila ingin digunakan sebagai rusunami, maka perlu diubah terlebih dahulu aturan di dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X