Singapura Kota Favorit Pebisnis "Start Up", Jakarta Nomor 3 - Kompas.com

Singapura Kota Favorit Pebisnis "Start Up", Jakarta Nomor 3

Kompas.com - 31/08/2018, 21:00 WIB
Patung Merlion di SingapuraShutterstock Patung Merlion di Singapura

KOMPAS.com - Popularitas Singapura di mata dunia memang tak diragukan lagi. Kota ini dinobatkan menjadi tempat favorit para pendiri perusahaan rintisan atau start up di Asia Tenggara.

Sebut saja beberapa perusahaan start up seperti Grab, ReferralCandy, dan 99.co yang memilih kota ini sebagai "rumah" mereka.

Sebuah laporan yang dirilis pada 28 Agustus 2018 menunjukkan peringkat beberapa kota di Asia Tenggara yang menjadi favorit para pendiri perusahaan rintisan di bidang teknologi.

Laporan bertajuk "State of Southeast Asian Tech" terbitan Slush Singapore dan Mink's Hill Venture memberikan gambaran luas tentang ekosistem teknologi di Asia Tenggara.

Baca juga: Berkat Asian Games, Hotel di Jakarta Terisi Seratus Persen

Laporan ini dibuat dengan survei yang melibatkan pengusaha, investor, dan pemain kunci dalam dunia teknologi di enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Hasilnya, Singapura menempati peringkat pertama sebagai tempat favorit untuk mendirikan perusahaan rintisan berbasis teknologi, dengan jumlah lebih dari 35 persen responden.

Hasil survei ini juga menunjukkan Kuala Lumpur berada di peringkat kedua dengan lebih dari 15 persen responden.

Sedangkan Jakarta menempati posisi ketiga dengan jumlah lebih dari 10 persen responden memilih untuk mendirikan perusahaan rintisan di kota ini. Posisi selanjutnya ditempati Bangkok, Manila, dan Ho Chi Minh City.

Di Singapura, perusahaan baru memiliki akses ke venture capitalist serta memiliki ekosistem yang paling baik.

Laporan ini juga menyebutkan firma permodalan (venture capital) internasional berkantor di Singapura. Tempat ini bahkan merupakan negara dengan jumlah inkubator tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Kesempatan berkarir juga tinggi, khususnya di bidang teknologi informasi. Hal ini sejalan dengan pesatnya kemajuan teknologi di negeri singa ini.

Di antara kota-kota besar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki permintaan tinggi akan pekerjaan di bidang pengembangan perangkat lunak.

Tak hanya peluang kerja di bidang teknologi, dalam hal pendanaan Singapura dan Indonesia berada di peringkat teratas.

Tercatat antara tahun 2013 sampai 2018, Singapura menerima jumlah investasi terbesar senilai 8,4 miliar dollar AS atau setara Rp 124 triliun. Jumlah ini digunakan untuk membiayai 888 transaksi.

Sedangkan Jakarta berada di peringkat kedua dengan total pendanaan sejumlah 1,6 miliar dollar AS atau setara Rp 23,6 triliun untuk 228 transaksi.

Pertumbuhan ekosistem teknologi yang kuat di kawasan Asia Tenggara memperlihatkan bahwa para founder bebas menempatkan perusahaan mereka.

Pendanaan lintas negara juga memungkinkan perusahaan untuk tidak terbatas di satu kawasan tertentu dimana mayoritas firma permodalan berada.



Close Ads X