Elon Musk Ciptakan "Kacang Polong" Berkecepatan 241 Kilometer Per Jam - Kompas.com

Elon Musk Ciptakan "Kacang Polong" Berkecepatan 241 Kilometer Per Jam

Kompas.com - 16/08/2018, 21:02 WIB
Elon Musk, CEO SpaceX.Business Insider Elon Musk, CEO SpaceX.

KOMPAS.com - Elon Musk terkenal karena terobosan dan bisnis teknologinya yang tak biasa. Tak puas dengan Tesla dan SpaceX, dia pun kembali dengan perusahaan barunya The Boring Company.

Perusahaan ini berfokus pada pembangunan terowongan bawah tanah yang diklaim bakal menjadi solusi transportasi massal.

Baru-baru ini The Boring Company berencana untuk membangun terowongan yang menghubungkan Dodger Stadium dan sistem metro Los Angeles.

Dodger Stadium merupakan rumah bagi tim bisbol profesional Los Angeles. Lokasinya berada di antara taman dan jalan tol, serta di daerah rawan macet.

Terowongan sepanjang hampir 58 kilometer ini merupakan sistem transportasi bawah tanah berkecepatan tinggi dan nol emisi.

Pembangunan The Dugout Loop diklaim dapat membantu masalah lalu lintas di kota Los Angeles dengan menyediakan pilihan transportasi publik yang besih dan efisien.

Musk mengatakan, pembangunan proyek ini akan berlangsung selama 14 bulan.

Penumpang akan dibawa dengan moda transportasi yang berbentuk mirip kacang polong. Alat ini bisa membawa 6 sampai 8 penumpang dalam satu waktu, serta mampu melesat dengan kecepatan maksimal 241 kilometer per jam.

Perjalanan ini akan memakan waktu kurang dari empat menit. Selain itu, penumpang hanya dibebankan biaya sekitar satu dollar AS atau Rp 14.400.

Kendaraan tanpa awak ini diperkirakan bisa mengangkut 1.1400 penggemar melalui terowongan dan akan beroperasi secara teratur.

Dalam setahun, perusahaan ini memperkirakan dapat mengangkut penumpang hingga 250 ribu orang.

“Kami gembira hetika The Boring Company mendatangi kami dengan rancangan proyek ini,” ujar Tucker Kain, Chief Financial Officer Dodger.

Kain menambahkan, pihaknya memang selalu mencari alternatif transportasi agar fans Dodger bisa datang langsung ke stadion, tanpa harus terkena macet.

Namun, sebelum bisa dikerjakan, proyek ini harus melalui proses audiensi dengan dewan kota.


Komentar
Close Ads X