Kompas.com - 11/08/2018, 23:45 WIB
Pengunjung mendatangi Guangzhou Opera House, di China, 9 November 2010. Bangunan megah yang diperuntukkan untuk upacara pembukaan Asian Games ini merupakan salah satu karya arsitek perempuan berpengaruh Zaha Hadid. AP PHOTO / NG HAN GUANPengunjung mendatangi Guangzhou Opera House, di China, 9 November 2010. Bangunan megah yang diperuntukkan untuk upacara pembukaan Asian Games ini merupakan salah satu karya arsitek perempuan berpengaruh Zaha Hadid.

KOMPAS.com - Zaha Hadid merupakan arsitek yang terkenal akan karya luar biasa dan di luar kebiasaan. Dia juga merupakan perempuan pertama yang meraih penghargaan bergengsi Pritzker, yaitu pernghargaan paling tinggi untuk seornag arsitek pada tahun 2004 lalu.

Tak hanya Pritzker, pada 2010 dan 2011, dia juga meraih penghargaan Stirling. Seakan tak kenal kata kalah, pada 2015 dia juga mendapat Dame Commander of the Order of the British Empire dan RIBA Golden Medal dari Kerajaan Inggris.

Meski sudah tiada, namun karya-karya arsitekturnya masih terkenang hingga saat ini. Beberapa diantaranya bahkan menjadi ikon bergengsi bagi sebuah wilayah, seperti:

Heydar Aliyev Center

Arsitek kenamaan Zaha Hadid kembali menjadi tajuk berita di seluruh dunia. Kali ini, nama Hadid kembali berkibar menyangkut keberhasilannya memenangkan 2014 Design of the Year dari Design Museum London. Secara kasat mata, bangunan tersebut memang menarik. Namun, kemenangan Hadid menuai reaksi negatif di sosial media.
Iwan Baan Arsitek kenamaan Zaha Hadid kembali menjadi tajuk berita di seluruh dunia. Kali ini, nama Hadid kembali berkibar menyangkut keberhasilannya memenangkan 2014 Design of the Year dari Design Museum London. Secara kasat mata, bangunan tersebut memang menarik. Namun, kemenangan Hadid menuai reaksi negatif di sosial media.
Karya Heydar Aliyev Center merupakan karya arsitektural pertama yang memenangkan kompetisi Design of the Year besutan Design Museum tahun 2014.

Karya ini juga membuatnya didapuk sebagai perempuan pertama yang meraih posisi tersebut.

Dibangun pada tahun 2007, bangunan yang terletak di kota Baku, Azerbaijan, ini memiliki konsep geometeri yang berliku.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konsep itulah yang membedakan bangunan ini dengan arsitektur kaku khas Soviet yang biasanya sangat monumental.

Bangunan bergaya Islami ini terdiri dari komposisi baris, grid atau urutan kolom yang membentuk ruang bertingkat.

Adapula hiasan kaligrafi yang mengalir dari karpet hingga dinding, serta langit-langit yang membentuk kubah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X