Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Karya Monumental Zaha Hadid

Kompas.com, 11 Agustus 2018, 23:45 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Aquatic Centre London

Kolam renang yang digunakan sebagai tempat pertandingan Olimpiade London 2012 ini merupakan bangunan rancangan Zaha Hadid yang terkenal.

Kompleks kolam renang ini mampu menampung 17.500 penonton dan didesain khusus untk menyambut perhelatan Olimpiade 2012.

Konsep arsitektur kompleks kolam renang ini terinspirasi oleh bentuk geometri cairan saat bergerak. Sehingga ketika berada di dalam, pengunjung akan merasa seperti berada di dalam pusaran air.

Pada interiornya terdapat 85 ribu ubin uang menutupi kolam renang, ruang ganti, dan lantai. Atap yang bergelombang merupakan representasi gelombang air yang bergerak. Atap ini terbuat dari alumunium berlapis baja.

The Riverside Museum

The Riverside Museum merupakan museum transportasi yang menyajikan lebih dari tiga ribu pameran model kendaraan.Bjmullan The Riverside Museum merupakan museum transportasi yang menyajikan lebih dari tiga ribu pameran model kendaraan.
Bersebelahan dengan sungai Clyde di Glasgow, Riverside Museum merupakan salah satu museum dengan desain bangunan unik. Eksteriornya dirancang dengan pola zig-zag yang menyerupai riak sungai.

The Riverside Museum merupakan museum transportasi yang menyajikan lebih dari tiga ribu pameran model kendaraan.

Pada malam hari, bangunan ini terlihat transparan dan seakan mengeluarkan cahaya. Pada siang hari, meski atap museum berwarna abu-abu, namun dapat menyatu dengan kondisi alam sekitar.

Gedung yang dibangun dengan dana 70 juta poundsterling ini membutuhkan waktu tiga tahun dalam pembangunannya.

Guangzhou Opera House

Pengunjung mendatangi Guangzhou Opera House, di China, 9 November 2010. Bangunan megah yang diperuntukkan untuk upacara pembukaan Asian Games ini merupakan salah satu karya arsitek perempuan berpengaruh Zaha Hadid.AP PHOTO / NG HAN GUAN Pengunjung mendatangi Guangzhou Opera House, di China, 9 November 2010. Bangunan megah yang diperuntukkan untuk upacara pembukaan Asian Games ini merupakan salah satu karya arsitek perempuan berpengaruh Zaha Hadid.
Selama beberapa dekade, Opera House telah menjadi representasi gaya arsitektur kontemporer, tak terkecuali gedung Guangzhou Opera House.

Kompleks seluas 70 ribu meter persegi ini terletak di jantung situs budaya kota Guangzhou. Gedung ini didesain seperti tampilan batu kristal yang hanyut di laut.

Terdiri dari dua buah bangunan, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi perkotaan dengan membuka akses ke sungai dan dermaga.

Desainnya yang ikonik, berhasil membuat bangunan berfungsi layaknya gerbang kota sekaligus sebagai tanda budaya Guangzhou.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau