Hunian kontainer ini juga harganya lebih murah dibanding rumah dengan ukuran yang sama. Nabil mencontohkan, dibanding rumah konvensional dengan harga Rp 600 juta, rumah kontainer memiliki harga yang lebih murah hingga separuhnya.
“Untuk rumah Rp 600 juta mendingan kita beli tanah harga Rp 100 juta. Lalu beli aja kontainer 3 unit seharga Rp 40 juta kalikan 3 sekitar Rp 120 juta. Totalnya kan bisa Rp 220 juta,” terang Nabil.
Selain hemat, hunian kontainer juga praktis karena satu kontainer tidak memakan banyak lahan. Keuntungan lain adalah proses modifikasi yang lebih mudah.
Pada rumah konvensional, modifikasi atau penambahan ruang terkadang harus merobohkan bangunan utama. Namun pada bangunan kontainer, hanya memerlukan penambahan beberapa struktur saja.
Bangunan berbahan kontainer tidak memerlukan banyak perawatan, menurut Nabil, rumah kontainer hanya perlu dicat ulang per lima tahun sekali dan bisa bertahan sampai 50 tahun.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.