Mengenal Tegel yang Kembali Naik Daun

Kompas.com - 03/08/2018, 13:42 WIB
Meski terkesan kuno, namun kini bahan pelapis lantai yang terbuat dari campuran semen dan pasir yang diberi pewarna ini kembali dilirik masyarakat. Tegel PanjenMeski terkesan kuno, namun kini bahan pelapis lantai yang terbuat dari campuran semen dan pasir yang diberi pewarna ini kembali dilirik masyarakat.

KOMPAS.com - Tegel semen (cement tiles) kembali dilirik. Material klasik ini banyak dijumpai di rumah-rumah zaman dulu seperti di Yogyakarta.

Meski terkesan kuno, namun bahan pelapis lantai yang terbuat dari campuran semen dan pasir ini menjadi salah satu pilihan dalam dekorasi ruangan.

Salah satu produsen tegel, Sigit Indra, mengatakan tegel di Indonesia sendiri sudah digunakan sejak zaman kolonial Belanda.

“Sudah lama, mungkin teknologinya dibawa ketika era kolonial Belanda. Terlihat dari Keraton Yogyakarta dan Solo yang banyak menggunakan tegel,” ujar Sigit, pemilik usaha Tegel Panjen kepada Kompas.com, Kamis (2/8/2018).

Tegel kembali naik daun dan digunakan dalam berbagai bangunan. Bahkan semua orang kini bisa memanfaatkan tegel untuk berbagai keperluan.

“Masyarakat sudah banyak tahu tentang tegel. Tapi belum untuk karakter, teknik, pemasangan, dan pemeliharaaannya,” kata Sigit.

Kembali populer

Tegel sendiri kini tak hanya dipakai di rumah atau bangunan bergaya vintage, tapi juga bisa digunakan di semua tipe rumah.

“Saya kira tren lawas sedang naik daun. Aliran gaya seperti vintage, retro, dan lawasan banyak dipakai dalam bidang musik, desain grafis, desain produk, termasuk bangunan,” ungkap Sigit.

Seperti halnya gaya, tegel kini juga bisa digunakan di berbagai jenis rumah. Bahkan rumah dengan gaya Skandinavia maupun Industrial juga cocok dihiasi tegel.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X