Kompas.com - 01/08/2018, 22:39 WIB
Presiden Direktur PT Tokyu Land Indonesia Keiji Sato dan Presiden Direktur PT Mitsubishi Corporation Indonesia Takashi Ito mengapit desainer Nikken Space Design, memperkenalkan 17 fasilitas bintang lima Branz BSD, Rabu (1/8/2018). Hilda B Alexander/Kompas.comPresiden Direktur PT Tokyu Land Indonesia Keiji Sato dan Presiden Direktur PT Mitsubishi Corporation Indonesia Takashi Ito mengapit desainer Nikken Space Design, memperkenalkan 17 fasilitas bintang lima Branz BSD, Rabu (1/8/2018).

TANGERANG, KOMPAS.com - Branz BSD, apartemen hasil kolaborasi strategis dua raksasa Jepang, Tokyu Land Corporation dan Mitsubishi Corporation, akan diserahterimakan kepada pembeli pada Desember 2018.

Hal ini menyusul rampungnya seluruh konstruksi untuk tiga menara pertama West, North, dan East pada Juli 2018 dengan jumlah 1.025 unit, dari total tujuh menara sebanyak 3.000 unit.  

Presiden Direktur Tokyu Land Indonesia Keiji Saito mengatakan, jadwal serah terima tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 

Baca juga: Tokyu Land Pastikan Pembangunan Branz BSD Tepat Waktu

"Kami on time dalam men-delivery apartemen kepada pembeli. Sesuai target. Dan kami bangga mempersembahkan apartemen berkualitas dengan standar Jepang kepada konsumen Indonesia," tutur Keiji menjawab Kompas.com, Rabu (1/8/2018).

Menempati area seluas 5,3 hektar, Branz BSD dilengkapi 17 fasilitas bintang lima. Di antaranya club house, spa, perpustakaan, ruang pertemuan, ruang karaoke, studio senam, dan ruang pesta.

Branz BSD diklaim sebagai apartemen perdana di BSD City, Tangerang, yang dikembangkan, dirancang, dan dibangun oleh pengembang, desainer, dan kontraktor penyelia yang seluruhnya berasal dari Jepang.

Selain Tokyu Land dan Mitsubishi sebagai pengembang, nama besar Jepang lainnya yang terlibat dalam pembangunan hunian vertikal yang menelan dana 300 juta dollar AS atau Rp 4,3 triliun ini adalah Nikken Space Design.

Dari tiga menara pertama yang dilansir ke pasar, 76 persen di antaranya sudah terjual dengan harga terakhir Rp 1,27 miliar untuk unit 1 kamar tidur dengan dimensi 40-42 meter persegi dan Rp 1,98 miliar untuk 2 kamar tidur ukuran 62 meter persegi.

Menurut Keiji, harga ini sudah mengalami peningkatan sebesar 17 persen sejak dilansir perdana pada 2015 silam.

Keiji menambahkan, pasar properti Indonesia memang sedang terpuruk, namun untuk segmen tertentu justru menunjukkan kebangkitan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.