Gedung Kayu Tertinggi Ada di Australia

Kompas.com - 24/07/2018, 22:53 WIB
Bangunan yang dinamai 25 King ini dirancang oleh Aurecon. Gedung perkantoran ini rencananya mampu menampung hingga 600 orang. Woods BagotBangunan yang dinamai 25 King ini dirancang oleh Aurecon. Gedung perkantoran ini rencananya mampu menampung hingga 600 orang.

KOMPAS.com - Setelah Jepang, negeri kanguru ini nampaknya juga dilanda demam bangunan kayu. Ini terbukti dengan pembangunan sebuah kompleks perkantoran di Brisbane yang telah mencapai 10 lantai.

Bangunan yang dinamai 25 King ini dirancang oleh Aurecon. Gedung perkantoran ini rencananya mampu menampung hingga 600 orang.

Aurecon juga bekerja sama dengan Lendlease’s DesignMake, perusahaan desain dan manufaktur kayu, pada bagian perencanaan struktur bangunan.

Baca juga: Pengembang Indonesia Garap Kampung Modern di Australia

Perusahaan konstruksi yang berbasis di Sydney bahkan memuji bangunan yang bernilai 103 juta dollar AS ini sebagai gedung perkantoran kayu tertinggi di dunia.

“Dengan tonggak baru, kami semakin bersemangat tentang gedung ini,” ujar Darren Brushnan, kepala manajemen pendanaan untuk real estate Impact Investment Group, selaku pemiliki bangunan ini.

Mengutip laman Aurecon, penggunaan material kayu pada bangunan ini merupakan bentuk dari pemanfaatan lingkungan. Gedung 25 King akan menampilkan seluruh aspek kayu mulai dari lantai hingga bagian atap.

Bangunan yang dinamai 25 King ini dirancang oleh Aurecon. Gedung perkantoran ini rencananya mampu menampung hingga 600 orang. Woods Bagot Bangunan yang dinamai 25 King ini dirancang oleh Aurecon. Gedung perkantoran ini rencananya mampu menampung hingga 600 orang.
Bahan kayunya sendiri menggunakan Cross-Laminated Timber (CLT) dan Glued Laminated Timber (glulam).

CRT merupakan produk panel kayu yang terbuat dari beberapa lapisan kayu. Tiap lapisan merupakan kumpulan dari kayu gergaji padat yang direkatkan.

Sedangkan glulam sendiri merupakan salah satu jenis kayu komposityang dibuat dari susunan beberapa lapis kayu yang direkatkan satu sama lain.

Produk CRT pada bangunan ini digunakan pada bagian lantai, lubang lift, dan tangga darurat. Sedangkan bahan glulam digunakan pada balok dan tiang bangunan.

Penggunaan produk kayu rekayase CRT dan glulam dipilih karena rendah karbon dibanding kayu biasa, serta bersumber dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan dan bersertifikat.

Pembangunan 25 King sendiri akan selesai pada 25 Oktober mendatang.

Bangunan kayu lainnya

Selain gedung 25 King, Australia bakal memiliki bangunan lain yang juga terbuat dari kayu. Awal bulan ini, pengembang AsheMorgan mengumumkan pembangunan Woodwork, gedung perkantoran kayu pertama di Melbourne.

Bangunan seluas 8.000 meter persegi ini akan memiliki enam lantai di dekat Melbourne Star Ferris Wheel. Sebanyak sebesar 80 persen material konstruksi Woodwork sendiri akan dibangun dengan menggunakan CLT.

Proyek serupa juga akan dibangun di Perth, dimana sebuah gedung 10 lantai akan dibangun dengan material kayu.

Pembangunan gedung yang akan dikenal dengan nama Western Australia ini diumumkan oleh Australian Development Capital, pada bulan ini.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X