Pendiri Lippo: Kalau Bisa Baca Momentum, Bisnisnya Pasti Berkembang - Kompas.com

Pendiri Lippo: Kalau Bisa Baca Momentum, Bisnisnya Pasti Berkembang

Kompas.com - 12/07/2018, 17:45 WIB
Mochtar Riady (berdiri) dalam suatu diskusi, Kamis (12/7/2018) di Jakarta.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Mochtar Riady (berdiri) dalam suatu diskusi, Kamis (12/7/2018) di Jakarta.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Momentum merupakan suatu kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik agar bisa memberikan perkembangan yang positif.

Itulah poin utama yang dikemukakan oleh Mochtar Riady, pendiri Grup Lippo, salah satu pengembang properti papan atas Indonesia.

Dia memberi contoh bagaimana menggunakan momentum saat dirinya mendirikan beberapa bank puluhan tahun lalu.

Baca juga: Mochtar Riady: Saya Diminta Ikut Bereskan Proyek Anak Babe

“Saya membangun Bank Kemakmuran, Bank Buana, Panin Bank, BCA, dan Lippo Bank. Dari yang dulunya kecil sekarang jadi bank besar. Itu karena ada momentum. Kalau kita bisa membaca momentum, maka di situ kita akan berkembang,” ujar Mochtar dalam diskusi Infobank Mortgage Forum, Kamis (12/7/2018) di Jakarta.

Terkait dunia properti Indonesia saat ini yang sedang diramaikan dengan rencana penerapan loan to value (LTV) oleh Bank Indonesia dalam waktu dekat,  Mochtar menanggapi positif hal tersebut.

“LTV dan KPR oleh BI jadi stimulate ekonomi. Momen baik ini perlu ditanggapi,” ucapnya.

Poin berikutnya yang dia kemukakan yaitu masuknya era digital. Perubahan terjadi di berbagai bidang, termasuk di industri properti.

Menurut dia, sistem kerja yang sudah ketinggalan akan kesulitan mengikuti perkembangan zaman.

“Digital ini penting. Bank pun mengalami perubahan, seberapa jauh pimpinannya menyadari dan menghadapi perubahan besar ini,” kata Mochtar.

Dia pun mencontohkan masuknya aplikasi digital di bidang transportasi yang sekarang banyak digunakan masyarakat.

“Digital itu besar pengaruhnya terhadap usaha kita. Di era digital tidak perlu cabang, kita bisa berbisnis di mana saja,” imbuh dia.

Mochtar menambahkan teknologi bisa mengubah cara kerja dan hal itu harus dipikirkan. Begitu pula di bisnis properti, harus dipikirkan bagaimana memanfaatkan teknologi digital.



Close Ads X