Di Indonesia, Tren Batu Alam Sudah Dimulai Sejak 48 Tahun Lalu

Kompas.com - 02/07/2018, 11:30 WIB
Tambahkan material waterproofing pada adukan untuk memastikan air tidak merembes. Aplikasikan material waterproofing tersebut pada dinding luar yang akan ditempeli batu alam dan plesteran dinding bagian dalam. www.houzz.comTambahkan material waterproofing pada adukan untuk memastikan air tidak merembes. Aplikasikan material waterproofing tersebut pada dinding luar yang akan ditempeli batu alam dan plesteran dinding bagian dalam.

Selain batu koral, ada juga batu sempur. Batu sempur atau batu “kayu” saat ini digunakan sebagai penghias akik.

Namun pada tahun 1970-an batu sempur sudah digunakan sebagai penghias, bukan hiasan akik tentunya, namun menjadi dekorasi rumah dan gedung.

Batu bercorak artistik yang menyerupai sepotong batang kayu kering ini diambil dari daerah Banten.

Menurut keterangan, benda ini diduga berasal dari kayu hutan yang telah mengering dan membatu selama ribuan hingga jutaan tahun.

Harganya beragam, mulai dari Rp 4.000 sampai Rp 5.000 untuk batu dengan tinggi sekitar 1,5 meter.

Pada zaman itu, batu yang berasal dari Bandung atau Sukabumi dihargai Rp 750 sampai Rp 600 per meter.

Untuk batu yang berasal dari Jogja, karena kulitasnya kurang bagus dan tidak dapat menyesuaikan dengan iklim, hanya dihargai Rp 850. Biaya itu belum termasuk ongkos kirim dengan menggunakan truk. 

Sedangkan harga paling mahal dipegang oleh batu alam dari Cirebon dengan Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per meternya.

Dapat disebutkan, Hotel Indonesia, Gedung Pertamina dan Bina Graha merupakan bangunan megah yang memulai penggunaan tren batuan alam dalam dekorasinya, seperti dikutip dari Harian Kompas, 1 Mei 1970.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X