60.000 Liter BBM untuk Mudik Ludes di Tol Fungsional Jawa Tengah

Kompas.com - 16/06/2018, 13:32 WIB
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) kemasan jenis Pertamax pada kendaraan pemudik di rest area Tol Salatiga-Kartasura KM 46+700, Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/6). Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), penjualan BBM kemasan maupun dengan mobile dispenser selama masa arus mudik Lebaran sejak Jumat (7/6) hingga Senin (11/6) mencapai sekitar 105 ribu liter BBM dengan didominasi oleh pembelian Pertamax sebanyak 93 persen. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww/18.ADITYA PRADANA PUTRA Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) kemasan jenis Pertamax pada kendaraan pemudik di rest area Tol Salatiga-Kartasura KM 46+700, Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/6). Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), penjualan BBM kemasan maupun dengan mobile dispenser selama masa arus mudik Lebaran sejak Jumat (7/6) hingga Senin (11/6) mencapai sekitar 105 ribu liter BBM dengan didominasi oleh pembelian Pertamax sebanyak 93 persen. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww/18.

SEMARANG, KOMPAS.com - Sebanyak 60.434 liter bahan bakar minyak ( BBM) habis terserap saat arus mudik Lebaran 2018 ini.

Hebatnya, lebih dari 60.000 liter BBM itu habis dikonsumsi oleh pemudik yang melintas di jalan tol fungsional.

Jumlah itu seluruhnya dibeli pemudik di 25 titik di Kios Kemasan Pertamax wilayah Jateng terhitung sejak sejak H-7 hingga H-2 Lebaran.

"Konsumsi BBM di Kios Pertamax naik 204 persen menjadi 60.434 liter, dibandingkan tahun lalu yang hanya 19.903 liter," ujar Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari, Sabtu (16/6/2018).

Dari 25 titik kios yang disediakan, lokasi di Km 344 Kabupaten Batang menjadi yang tertinggi pembeliannya.

Serapan di kios itu mencapai 16.218 liter, sedangkan di kios lainnya rata-rata penjualan hanya 4.793 liter. 

Baca juga: Saat Arus Balik, Toilet Portabel dan BBM Kemasan Disiapkan di Tol Cipali

Andar mengatakan, secara keseluruhan penyaluran BBM telah mencapai 14.233 liter di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Kenaikan penggunaan BBM dalam kemasan itu, sambung Andar, karena banyak pemudik tidak lagi melintasi jalan pantura. Mereka memilih lewat jalan tol fungsional.

“Kenaikan imbas dari perubahan rute pemudik, sebelumnya lewat jalur reguler dan mengisi BBM di SPBU di pantura. Para pemudik kemarin memilih lewat tol fungsional dan mayoritas tangki bensinnya sudah hampir habis saat sampai di tol daerah Pemalang. Jadi mereka memilih untuk mengisi di Kios Pertamax,” ungkapnya.

Andar pun merasa bangga bahwa layanan BBM kemasan di jalan tol fungsional membantu pemudik.

“Layanan tambahan Pertamina disambut animo positif masyarakat dan sangat membantu para pemudik. Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi para pemudik agar tidak ada kendala dalam pemenuhan kebutuhan BBM," ucapnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X