Kondominium Baru Bakal Dibangun di Kawasan Gadog - Kompas.com

Kondominium Baru Bakal Dibangun di Kawasan Gadog

Kompas.com - 05/06/2018, 15:24 WIB
Maket rencana pembangunan kondominium Mountain Park di kawasan Puncak Gadog, Jawa Barat.Dok Mountain Park Maket rencana pembangunan kondominium Mountain Park di kawasan Puncak Gadog, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai lokasi wisata, kawasan Puncak, Bogor, masih dianggap lokasi prestige untuk kondominium mengingat tingginya tingkat okupansi sewa hotel di kawasan itu. Harga kamar per malam hingga mencapai Rp 2 juta.

Tiap menjelang libur panjang akhir pekan, sejumlah penginapan di kawasan Puncak, sudah mulai penuh dipesan. Bahkan, tak sedikit hotel maupun vila dipesan sejak sepekan sebelumnya atau jauh hari.

"Kalau tingkat okupansi tinggi, room rate atau harga kamar juga tinggi sehingga menghasilkan nilai sewa yang juga bakal tinggi untuk pemilik kondominium," Ratdi Gunawan, Marketing Director Mountain Park Condominium usai memaparkan rencana pembangunan kondominium Mountain Park di kawasan Puncak Gadog, Selasa (5/6/2018).

Ratdi mengatakan, berbekal pengalaman bisnis hotel bintang lima di kawasan Puncak, yaitu Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf dan hotel bintang empat di Seminyak, Bali, Vins Panca Anugerah berani mengembangkan kondominium tersebut di wilayah wisata Puncak.

Dari contoh menangani Royal Tulip Gunung Geulis, lanjut Ratdi, Vins Panca bisa meraih harga sewa kamar per malam Rp 2 juta. Capaian tersebut didapatkan dari wisatawan yang datang ke puncak setiap pekan hingga libur panjang.

"Dengan banyaknya wisatawan di kawasan ini, saya tidak khawatir urusan okupansi kamar. Punya kamar untuk disewakan di kawasan Gadog itu instrumen investasi yang bernilai tinggi, apalagi di musim libur panjang," ucap Ratdi.

Rencananya, tutur Ratdi, Kondominium Mountain Park ini dikembangkan sebanyak 5 tower yang masing-masing terdiri dari 10 lantai. Dari 5 tower itu, satu tower akan dialokasikan untuk hotel bintang empat.

Berlokasi di dekat Bavarian Haus dan Cimory, serta kawasan wisata Taman Safari, Ratdi menuturkan, proyek ini akan dipasarkan pada harga perdana Rp 300 juta dan angsuran 60 bulan tanpa bunga. 

"Potensi sewa investasi di sini kurang lebih 15 persen per tahun sehingga diharapkan dalam 7 tahun sudah bisa balik modal hanya dari nilai sewa saja," kata Ratdi.

Dia menambahkan, ada tiga faktor yang menjadikan investasi lewat kondominium bisa menuai hasil yang bisa berlipat ganda. Pertama, lokasinya sangat prestise terutama dikaitkan dengan lokasi wisata Puncak yang target pasarnya luas, yaitu wisatawan domestik dan mancanegara. Belum lagi kawasan ini dikelilingi hotel bertaraf internasional dengan tingkat okupansi hotel tinggi sehingga menghasilkan nilai sewa yang besar.

Kedua, lanjut Ratdi, konsep hotel bintang empat yang modern dan menarik. Hal ini akan mendukung posisi lokasi yang prestise tadi. Sementara yang ketiga, adalah dikelola oleh pengembang yang punya pengalaman pada bisnis hotel di kawasan wisata.

"Saya bisa targetkan tingkat okupansi kamarnya di atas 80 persen," papar Ratdi.


EditorLatief
Close Ads X