Jokowi Akan Buka Pertemuan FIABCI Dunia di Bali

Kompas.com - 05/06/2018, 14:27 WIB
Ketua Umum DPPR REI yang juga Presiden FIABCI Asia Pasifik, Soelaeman Soemawinata, pada buka puasa bersama media, Senin (4/6/2018) malam tadi. KOMPAS.COM/M LATIEFKetua Umum DPPR REI yang juga Presiden FIABCI Asia Pasifik, Soelaeman Soemawinata, pada buka puasa bersama media, Senin (4/6/2018) malam tadi.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Kongres Federasi Real Estat Dunia atau World Congress FIABCI ke-69 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, mulai 28 April hingga 1 Mei 2018 secara resmi memutuskan Indonesia sebagai tuan rumah FIABCI Desember Meeting and Global Business Summit 2018.

Kongres yang diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 peserta itu sendiri akan berlangsung di Bali pada 7-10 Desember 2018. Pada FIABCI Desember Meeting and Global Business Summit 2018 itu FIABCI Indonesia atau REI akan mengusung dua tema yakni "Affordable Housing and Sustainable Tourism Development".

Presiden FIABCI Asia Pasifik, Soelaeman Soemawinata, pada buka puasa bersama media, Senin (4/6/2018), mengatakan bahwa dua isu sentral tersebut sedang mengemuka di dunia, khususnya pada negara-negara ketiga. Di Indonesia sendiri kedua isu itu menjadi prioritas pemerintah Presiden Joko Widodo.

"Ini (FIABCI) Desember Meeting and Global Business Summit) perhelatan khusus yang diadakan setiap Desember dan selama 68 tahun terakhir biasanya hanya diadakan di benua Eropa. Maka, ini tahun ini luar biasa kita, karena untuk pertama kalinya digelar di Asia Pasifik, apalagi itu diadakan di Bali, di Indonesia. Akan banyak kegiatan, dan kebetulan bersamaan dengan Rakernas REI," kata Presiden FIABCI Asia Pasifik, Soelaeman Soemawinata atau akrab disapa Eman.

Eman, yang juga Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) mengaku yakin kegiatan tersebut akan sangat berarti bagi Indonesia yang sedang mengampanyekan penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Sejuta Rumah. Plus, menurut Eman, mendorong pengembangan sektor pariwisata yang ditargetkan menjadi penyumbang terbesar devisa negara setelah industri kelapa sawit (CPO) sekaligus sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar.

Pada kongres tersebut akan hadir sekitar 1.200 sampai 1.500 pelaku usaha real estat dan industri pendukungnya. Separuh dari jumlah itu merupakan investor asing dari berbagai negara.

"Untuk itu, kami berharap dukungan penuh pemerintah. Kami sudah mengajukan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk berkenan hadir dan membuka kegiatan tersebut, selain juga sudah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait di bidang perumahan rakyat, pariwisata dan sekretariat negara," ujar Eman.

Eman menambahkan, dari 68 negara yang bergabung dalam FIABCI, kemungkinan hanya Indonesia satu-satunya negara yang pemerintahnya membuat konsep rumah murah dengan mengedepankan peran swasta. Untuk itu, Eman akan memaparkan rule model penyediaan rumah murah tersebut.

"Saya mendapat permintaan untuk menyampaikan topik hunian terjangkau ini di Hawaii dan Taiwan. Mereka ingin belajar banyak mengenai model yang sudah berjalan di Indonesia ini, dan berharap dapat menerapkan di negaranya," kata Eman.

Untuk tujuan itulah, lanjut dia, REI melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait antara lain bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, kemudian bertemu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X