Kini, Ethiopia Sudah seperti China di Afrika

Kompas.com - 30/05/2018, 12:59 WIB
Petugas kereta di Addis Ababa, Ethiopia, sedang menjalankan tugasnya. Zacharias Abubeker/AFP/Getty ImagesPetugas kereta di Addis Ababa, Ethiopia, sedang menjalankan tugasnya.

Orang Ethiopia bisa berinteraksi dengan antusiasme yang luar biasa terhadap negara dan budaya mereka.

Mungkin hal seperti itu tidak biasa terjadi di negara yang sedang berkembang, tetapi itulah yang membuat kita terpesona akan betapa mengakarnya sejarah di negeri ini.

Ethiopia sangat menyadari keberhasilan mereka pada masa lalu, termasuk peran mereka dalam sejarah alkitabiah.

Seperti banyak orang Iran, mereka menganggap diri mereka sebagai peradaban dan bukan hanya sebuah negara.

Mereka memisahkan diri dari rangkaian sejarah dan budaya Afrika yang lebih luas. Sama seperti di China, orang Ethiopia memegang keyakinan bahwa mereka ditakdirkan untuk menjadi negara yang hebat.

China dan Ethiopia berhubungan dengan cara lain, yaitu China membantu pembangunan di Ethiopia. Ada apartemen baru dan modern yang tersebar di sekitar kota Addis Ababa yang dibangun oleh China.

Sistem transportasi kereta di Addis yang terlihat bagus, bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air, serta koneksi rel berkecepatan tinggi ke Djibouti dan pantai. Itu semua dibuat oleh China.

Kebanggaan orang Ethiopia dalam sejarah dan kebebasan mereka dari penjajahan membuat negara itu menerima begitu banyak keterlibatan China dalam pembangunan infrastruktur. Namun, hal itu membuat beberapa negara lain di Afrika menjadi resah.

Anggapan bahwa negara lain akan ikut campur dalam pemerintahan di Ethiopia berusaha ditepis, pemerintah tidak akan kehilangan kendali.

Sebagai contoh, ada sejumlah patung cukup menonjol di Addis Ababa sebagai bukti bagaimana orang Ethiopia mengusir orang Italia dan Inggris.

Namun, masalah di Ethiopia tidak selesai sampai di situ. Ada pertikaian berdarah dengan Eritrea di bagian utara, wilayah di mana banyak orang Ethiopia merasa memilikinya.

Masalah juga muncul dari penduduk di bagian selatan dan sejumlah suku yang menyangkut kegiatan perekonomian. Timbul juga bentrokan dengan orang dari Oromia dan Somalia di wilayah timur.

Itulah mengapa optimisme kebangsaan hanya dirasakan di bagian negara yang pembangunannya lebih maju, tetapi tidak ditemukan di sejumlah bagian lain yang lebih terbelakang.

Jadi, jika Anda mencari tempat khusus di Afrika, Ethiopia bisa menjadi pilihan Anda. Namun, untuk memahami keberhasilan yang diraihnya belakangan ini, Anda harus memahami hal lain di luar kebijakan negara, termasuk sejarah, kepercayaan diri, dan yang lebih penting lagi, yaitu ide-ide mereka.

Halaman:


Sumber Bloomberg
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X