Menelusuri Tol Jakarta-Cikampek, Pengendali Kemacetan Trans Jawa

Kompas.com - 25/05/2018, 17:30 WIB
Kondisi arus lalu lintas di Gerbang Tol Cikarang Utama yang terpantau lancar, Minggu (24/12/2017). Kompas.com / Dani PrabowoKondisi arus lalu lintas di Gerbang Tol Cikarang Utama yang terpantau lancar, Minggu (24/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibarat urat nadi di dalam sistem peredaran tubuh manusia, Jalan Tol Jakarta-Cikampek memiliki peranan penting di dalam sistem jaringan Tol Trans Jawa.

Bahkan, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani sampai memberikan perhatian penuh kepada jalan tol yang telah beroperasi sejak tahun 1987 ini.

Tentunya, Desi mengatakan hal itu bukan tanpa sebab. Sebagai jalan tol yang memiliki empat lajur di masing-masing jalurnya, Tol Jakarta-Cikampek menjadi pengendali kepadatan arus kendaran untuk ruas tol lainnya.

Pasalnya, hampir sebagian besar ruas Tol Trans Jawa mulai dari Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali di KM 72, hanya terdapat dua lajur untuk setiap jalur.

"Kita sama-sama tahu bahwa Jakarta-Cikampek merupakan ruas pertama sebelum masyarakat keluar Jakarta. Sehingga, Jakarta-Cikampek menjadi pengendali supaya lalu lintas tidak menyerbu ruas-ruas yang hanya 2-2," kata Desi saat menyampaikan arahan kepada jajaran petugas Jasa Marga pada kegiatan Apel Siaga Lebaran 2018 awal bulan ini.

Suasana lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (25/5/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Suasana lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (25/5/2018).
Lantas, bagaimana kesiapan tol sepanjang 75 kilometer ini dalam menghadapi arus mudik nanti?

Kompas.com melakukan penelusuran guna mengetahui kondisi terkini jalan tol ini, Jumat (25/5/2018). Sebagai gambaran, jalur yang diamati hanya untuk ruas dari Jakarta menuju Cikampek.

Secara garis besar, kondisi jalan tol ini cukup baik. Meski memerlukan adanya peningkatan kualitas jalan lantaran di beberapa titik ditemukan adanya lubang jalan berukuran kecil serta kerusakan di beberapa lokasi.

Misalnya, kerusakan di sekitar KM 23 hingga KM 28 pada dua lajur sebelah kiri. Kerusakan yang terpantau cenderung diakibatkan beban yang diterima jalan.

Pasalnya, kedua lajur itu biasa digunakan sebagai jalur kendaraan yang bergerak lambat, truk ekspedisi, hingga truk tiga gandar atau lebih.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X