Kompas.com - 09/05/2018, 20:00 WIB
Ilustrasi. Profesi desainer interior harus sudah dikenalkan pada anak sejak dini. shutterstockIlustrasi. Profesi desainer interior harus sudah dikenalkan pada anak sejak dini.

Seorang perancang interior yang bersertifikasi harus mengetahui aturan pembangunan saat ini dan aturan lain yang memengaruhi desain di lokasi tempat mereka bekerja sehingga keamanan proyek yang dikerjakan lebih terjamin.

6. Desainer interior tidak selalu bisa membagi informasi tentang suatu produk dan harganya kepada publik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak semua pertanyaan tentang suatu produk dan harga bisa dijawab dan dipublikasikan.

“Kami mencoba untuk menjadi seterbuka mungkin tentang cara kerja, desain, dan saran kami. Namun, ada informasi tentang barang tertentu yang tidak kami berikan informasinya kepada publik,” ucap O'Hara.

Ada beberapa alasan. Pertama, tuturnya, karena vendor dari si desainer itu tidak mengizinkan untuk mencantumkan harganya.

Kedua, banyak produk yang berubah dari waktu ke waktu. Ada yang tidak diproduksi lagi atau ada pula yang harganya berubah.

“Itu yang membuat kami harus menghormati privasi klien kami, yang biasanya tidak ingin kami mengumumkan jumlah dana yang mereka habiskan untuk membeli perabotan mereka,” ujar O’Hara.

7. Desainer interior ingin bekerja sesuai dengan visi sang klien, lalu mengembangkannya. Mereka ada untuk mendengarkan dan mengetahui kebutuhan kliennya, kemudian membuat desain sesuai yang diinginkan.

“Kami suka ketika orang mendatangi kami untuk mencari sesuatu yang berbeda. Desainer bekerja dengan gaya masing-masing, dan selalu menyenangkan untuk mencoba sesuatu yang baru,” kata O'Hara.

Menurut dia, desainer tidak bekerja dengan konsep atau desain yang dibuatnya sendiri. Sebaliknya, justru desainer akan membantu mencapai dan mewujudkan visi kliennya secara maksimal.

8. Desainer interior bisa melihat proyek yang dikerjakan secara keseluruhan dari awal sampai akhir.

Seorang desainer interior yang berkualitas bisa mengawasi para pekerja dalam timnya, membuat keputusan tentang perubahan interior, merombak suatu ruangan, atau memindahkan barang di suatu rumah.

"Selain itu, seorang desainer interior memiliki keterampilan untuk memilih furnitur, yang merupakan bagian penting dan berharga di suatu rumah," pungkas Schumacher.

Halaman:


Sumber Houzz.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.