Kompas.com - 23/04/2018, 22:13 WIB
Kepala BP Batam Lukita saat memaparkan potensi perekonomian di Batam, khususnya di bidang properti. KOMPAS.COM/ HADI MAULANAKepala BP Batam Lukita saat memaparkan potensi perekonomian di Batam, khususnya di bidang properti.

"Ini yang membuat kami berani untuk menjamin setiap WNA yang membeli properti," tambah Lukita.

Kendati demikian, Lukita mengaku hal ini belum berlaku dan secepatnya BP Batam akan melakukan pembicaraan dengan pihak berwenang, termasuk Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan Direktur Jenderal Keimigrasian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Asisten Vice Presiden Head of Strategic Residential Marketing Division PT Agung Podomoro Land Tbk Agung Wirajaya mengapreasiasi kebijakan BP Batam.

Selama ini, menurut Agung, tidak sedikit orang asing yang ingin membeli properti mewah di Indonesia, khususnya Batam. Namun, karena aturan yang ribet, mereka mengurungkan minatnya. 

Agung memberikan ilustrasi, jika harga properti mewah di Batam paling murah Rp 1 miliar, di Singapura bisa mencapai Rp 10 miliar.

"Makanya tidak sedikit orang asing ingin membeli properti di sini, terutama untuk orangtua mereka," kata Agung.

WNA yang berminat ini berasal dari Singapura, dan Malaysia yang punya kebudayaan dan kebiasaan mirip dengan orang Indonesia. Terlebih, jarak antara Batam dan Singapura atau Malaysia hanya sepelemparan batu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.