Kompas.com - 23/04/2018, 16:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan tim ke lapangan dan berbagai perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian pasca gempa di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara.

Wilayah Kabupaten Banjarnegara yang berada di sekitar pusat gempa berkekuatan Magnitudo 4,4 mengalami kerusakan cukup signifikan serta mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 21 orang mengalami luka-luka.

Jumlah pengungsi yang terdata sementara sebanyak 639 kepala keluarga (KK) atau 2.063 jiwa yang berada di 8 titik pengungsian.

Kementerian PUPR melalui Tim Satuan Kerja (Satker) Tanggap Darurat Ditjen Cipta Karya telah memasang 6 unit WC portable, 12 unit HU, 3 unit mobil toilet, 4 unit WC Knockdown, 2 mobil Mobil Tanki Air (MTA) dan 1 mobil tinja.

Keseluruhan fasilitas diatas disebar pada beberapa lokasi Posko Pengungsian di Desa Sidakangen, Desa Kalibening, Desa Plorengan, Desa Kasinoman dan Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening.

Tim lainnya yakni dari Pusat Litbang Permukiman Kementerian PUPR telah berada di lokasi dan melakukan pengecekan kerusakan permukiman penduduk.

Dari hasil evaluasi, beberapa penyebab kerusakan bangunan yakni lokasi bangunan berada pada perbukitan dengan kontur lingkungan yang curam atau tanah yang tidak stabil.

Selain itu, mutu bahan bangunan diketahui rendah dan mudah lepas serta penggunaan bambu sebagai pengganti tulangan baja.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan tim ke lapangan dan berbagai perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian pasca gempa di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan tim ke lapangan dan berbagai perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian pasca gempa di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara.
Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak juga melakukan pengecekan kondisi Bendungan Sempor dan Wadas Lintang.

Di antaranya pengecekan pada lereng hulu dan hilir bendungan, spillway, saluran peluncur, hulu dan hilir bendungan pembantu dimana hasilnya tidak ditemukan keretakan dan masih dalam kondisi baik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.