Soal Wacana Penurunan Tarif, Pengusaha Jalan Tol Belum Diajak Bicara

Kompas.com - 26/03/2018, 23:12 WIB
Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Elevated sudah memasuki wilayah Karawang. KOMPAS.com/Farida FarhanPembangunan Tol Jakarta-Cikampek Elevated sudah memasuki wilayah Karawang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah berencana menurunkan tarif tol guna menekan biaya distribusi logistik. Namun, hingga kini pemerintah disebut belum berbicara dengan badan usaha jalan tol (BUJT) selaku pemegang konsesi jalan tol.

“Belum, enggak ada. Tahu-tahu ada isu bahwa tarif akan diturunin. Sampai hari ini,” kata Direktur Utama PT Translingkar Kita Jaya (TLKJ) Hilman Muchsin kepada Kompas.com, Senin (26/3/2018).

Baca juga : Tarif Tol Dianggap Mahal, Ini Penjelasannya?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menyebut, wacana penurunan tarif ini berasal dari aspirasi yang masuk, terutama dari sopir truk logistik di Pulau Jawa dan Sumatera. Mereka mengeluhkan tarif tol yang mahal, sehingga memilih jalur alternatif dibandingkan tol.

Menurut Hilman, dengan adanya jalan tol, semestinya biaya distribusi logistik lebih murah. Terlebih, bila ada pengusaha logistik yang mengangkut barang melebihi kapasitas yang bisa diangkut truk.

“Masa iya sih (mahal)? Bener nggak tuh? Padahal tol adalah jalan alternatif, kenapa dia enggak pakai jalan lain?” cetus Hilman.

Proyek pembangunan Tol Cijago II, di Jalan Juanda, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/02/2018). Proyek tersebut menghubungkan Tol Jagorawi menuju Cinere. Tol Cijago sudah beroperasi dari Tol Jagorawi sampai Simpang Juanda Depok, dan dilanjutkan pemangunannya dari Simpang Juanda hingga Jalan Margonda Raya Depok.MAULANA MAHARDHIKA Proyek pembangunan Tol Cijago II, di Jalan Juanda, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/02/2018). Proyek tersebut menghubungkan Tol Jagorawi menuju Cinere. Tol Cijago sudah beroperasi dari Tol Jagorawi sampai Simpang Juanda Depok, dan dilanjutkan pemangunannya dari Simpang Juanda hingga Jalan Margonda Raya Depok.
Pemerintah, ia menambahkan, semestinya mengajak bicara para pengusaha jalan tol untuk membahas persoalan ini.

Pasalnya, di dalam setiap penetapan tarif, terdapat rencana bisnis jangka panjang yang sudah disusun badan usaha serta tertuang di dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah membahas persoalan ini untuk menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi yang ingin tarif tol turun.

"Saya sudah melakukan excercise melalui dua opsi, yaitu perpanjangan masa konsesi dan memberlakukan cluster golongan," kata Basuki ketika ditemui pewarta usai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin sore.

Untuk perpanjangan masa konsesi, Basuki mengusulkan hingga mencapai 50 tahun. Adapun saat ini, rata-rata masa konsesi tol tercatat sekitar 35 hingga 40 tahun, dengan tarif tol berkisar antara Rp 900 sampai Rp 1.300 per kilometernya.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X