Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Kecanggihan Toilet Rp 3,3 Miliar Buatan Kementerian PUPR

Kompas.com, 23 Maret 2018, 21:30 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

SAMOSIR, KOMPAS.com – Sebuah toilet canggih dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di kawasan Wisata Tele, Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Toilet ini dilengkapi dengan teknologi Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang diciptakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).

Baca juga : Toilet Canggih Rp 3,3 Miliar di Danau Toba Siap Digunakan

Lantas, seperti apa kecanggihan teknologi yang dimiliki toilet seharga Rp 3,3 miliar itu?

Peneliti Muda Puslitbang Kementerian PUPR Dimas Hastama Nugraha menjelaskan, teknologi IPA yang dibenamkan mencakup menara aerasi dan Reverse Osmosis (RO). Menara aerasi memiliki tinggi 13 meter dengan lima tingkatan.

Menara AerasiKompas.com / Dani Prabowo Menara Aerasi
“Menara itu bertugas mengelola air baku menjadi air bersih dengan Multiple Tray Aerator. Airnya berasal dari embung yang (berada di atas), dialirkan ke bawah menggunakan pipa naik ke atas. Dengan adanya selisih tekanan tinggi 25 meter, sehingga tidak membutuhkan pompa untuk naik ke atas,” terang Dimas kepada Kompas.com, di lokasi, Jumat (23/3/2018).

Air yang diolah dinetralisasi kadar besi (Fe) dan mangan-nya (Mn). Pasalnya, kadar kedua mineral tersebut cukup tinggi yaitu 0,9 ppm untuk besi dan 1,2 ppm untuk mangan.

Dari hasil uji laboratorium, tingkat besi dan mangan yang diproses turun menjadi 0,3 ppm untuk besi dan 0,5 ppm untuk mangan.

Air yang sudah dinetralisir kemudian dialirkan ke dalam filtrasi, untuk dipisahkan ke dalam dua bagian yaitu toilet dan sistem RO. Sistem RO ini memiliki kapasitas 400 liter per hari dan dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat.

Reverse OsmosisKompas.com / Dani Prabowo Reverse Osmosis
“RO ini adalah air siap minum, dia mengelola air siap untuk diminum,” kata dia.

Sementara, air yang dialirkan ke toilet akan dimanfaatkan saat buang air kecil dan air besar. Limbah yang dihasilkan kemudian ditampung di bak penampungan sebelum diolah di bio filter berkapasitas 5.000 liter. Setelah diolah, air tersebut dialirkan ke kolam sanita yang berisi tanaman air.

Tanaman tersebut bertugas untuk menetralisir sisa limbah, sehingga air yang keluar dari kolam sanita sudah memenuhi standar air baku.

“Biasanya taman sanita ini ada tipe vertikal dan horizontal. Karena di sini konturnya bergunung-gunung, kita mengikuti dengan empat layer,” terangnya.

Kolam Sanita.Kompas.com / Dani Prabowo Kolam Sanita.
Kepala Balai Litbang Penerapan Teknologi Pemukiman Kementerian PUPR Ahyat Dwiatno menjelaskan, anggaran Rp 3,3 miliar digunakan untuk perencanaan dan data Rp 289 juta, pengolahan air limbah Rp 210 juta serta pengolahan air bersih dan penyambungan sistem (Rp 560 juta).

Di dalam sistem pengolahan air bersih terdapat teknologi menara aerasi senilai Rp 452 juta dan RO senilai Rp 46 juta. Adapun untuk pembangunan fisik bangunan menghabiskan anggaran Rp 1,95 miliar.

Selasar pemantau.Kompas.com / Dani Prabowo Selasar pemantau.
Pembangunan fisik itu meliputi pembangunan toilet pria dan wanita, toilet difabel, mushola, ruang laktasi, pantry, dan mushola di lantai satu.

Sementara di lantai dua, terdapat ruang transparan yang dapat dimanfaatkan sebagai area serba guna berkapasitas 40 orang, area terbuka, dan selasar pemantauan.

Ruang serbaguna.Kompas.com / Dani Prabowo Ruang serbaguna.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau