Kompas.com - 05/03/2018, 21:30 WIB
Ilustrasi air bersih www.shutterstock.comIlustrasi air bersih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah DKI Jakarta perlu melakukan langkah berbeda dalam mengatasi persoalan kelangkaan air yang mungkin akan dihadapi wilayah ini dalam beberapa waktu ke depan.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga mengatakan, selama ini pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam mengelola air yaitu dengan membuang sebanyak-banyaknya ke laut ketika hujan deras mengguyur ibu kota.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Jakarta di Ambang Kelangkaan Air Minum (I)

Beberapa proyek infrastruktur pun diinisiasi guna mewujudkannya, seperti dengan normalisasi sungai dengan betonisasi, membangun sodetan hingga kanalisasi.

"(Persoalannya sekarang) kita akan mengalami banjir di musim hujan dan sebaliknya krisis air bersih di musim kemarau," kata Nirwono kepada Kompas.com, Senin (5/3/2018).

Pendekatan yang dilakukan Pemprov DKI tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Sebab, tujuan dari upaya tersebut adalah untuk membuat aliran air saat wilayah ibu kota dilanda banjir, menjadi lebih lancar.

Akan tetapi pemerintah juga perlu memikirkan bagaimana cadangan air tanah tetap terjaga. Oleh karena itu, menurut Nirwono, pendekatan yang harus dilakukan yaitu dengan menampung air hujan sebanyak-banyaknya agar dapat diserap sebesar-besarnya ke dalam tanah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau Bendung Katulampa, Senin (12/2/2018). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengatasi masalah banjir Jakarta.KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau Bendung Katulampa, Senin (12/2/2018). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengatasi masalah banjir Jakarta.
"Ini adalah konsep ekodrainase. Maka di musim hujan kita menabung air dan di musim kemarau tidak mengalami kekeringan," kata dia.

Baca juga : Jakarta di Ambang Kelangkaan Air Minum (II)

Soal cadangan air yang kian menipis, menurut Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Bernardus Djonoputro juga dianggap sebagai salah satu potensi kelangkaan air bersih DKI Jakarta.

Kondisi ini juga diperparah dengan kondisi hulu seperti di kawasan Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten/Kota Bekasi, dan Kota Tangerang yang rusak sebagai dampak masifnya pembangunan. Akibatnya, cadangan air tanah DKI Jakarta tidak bisa terbaharui dengan baik.

"(Pemprov) Jakarta mulai harus melarang kebijakan pengambilan air tanah melalui pompa," kata Bernardus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.