Kompas.com - 22/02/2018, 12:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbeda dengan generasi baby boomers, generasi milenial cenderung menghabiskan tabungan mereka untuk kebutuhan sekunder.

Ketika generasi baby boomers menempatkan kebutuhan sandang, pangan, dan papan sebagai kebutuhan primer mereka, tidak demikian bagi kalangan milenial.

"Mereka selalu nongkrong, update status sabtu-minggu menikmati hidup. Pulangnya ke kos-kosaan yang mandi juga ngantri," kata Senior Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Harry Gale di kantornya, Kamis (22/2/2018).

Menurut dia, generasi milenial semestinya perlu menjadikan rumah sebagai salah satu kebutuhan primer mereka. Pasalnya, kenaikan harga rumah setiap tahun tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan yang diterima.

Untuk itu, ia menekankan, pentingnya menabung sejak dini agar bisa mencicil kebutuhan untuk membayar uang muka. Setelah itu, baru dipikirkan secara bertahap, hunian tipe apa bisa dibeli tanpa harus mencekik kantong mereka.

"(Kenaikan) harga rumah lebih cepat dari pendapatan kita. Niat benar-benar mendisiplinkan kita supaya diciclkan uang muka selanjutnya baru kita pikirkan ansurannya," tutur Harry.

Bank Mandiri sendiri, kata dia, saat ini tengah menyusun skema yang bisa membantu generasi ini untuk memiliki hunian. Skema tersebut nantinya akan menyesuaikan dengan pendapatan yang diterima mereka.

"First jobber (misalnya) cicilan Rp 1,5 juta. Selanjutnya semakin bisa membesar sesuai peningkatan penghasilan," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.