Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemanfaatan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama konsumen dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial atau rumah.
Hasil survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) terbaru, kuartal IV-2017, mengindikasikan bahwa konsumen yang memilih menggunakan skema pembiayaan cicilan sebanyak 75,93 persen.
Baca juga : Survei BI: Harga Rumah Naik 0,5 Persen
Meski masih jadi pilihan utama, pemanfaatan fasilitas KPR selama tiga bulan terakhir tahun lalu itu lebih rendah dibandingkan triwulan III-2017 yakni sebanyak 76,42 persen.
Sementara itu, proporsi konsumen yang memilih skema pembayaran tunai bertahap sekitar 16,77 persen.
"Angka ini lebih rendah dibandingkan 17,13 persen pada kuartal sebelumnya," tulis survei BI.
Adapun tngkat suku bunga KPR yang diberikan perbankan saat ini berada pada kisaran 9,64 persen hingga 12,52 persen.
Gorontalo tercatat sebagai wilayah dengan suku bunga KPR tertinggi yakni 13,95 persen, sedangkan Yogyakarta terendah dengan 10,18 persen.
Seiring dengan kenaikan penjualan properti residensial, penyaluran KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) juga mningkat.
Total KPR dan KPA pada triwulan akhir 2017 tercatat Rp 408 triliun atau naik 4,17 persen lebih tinggi ketimbang triwulan ketiga yakni 2,54 persen.
Pertumbuhan total kredit perbankan mengalami kenaikan 4,13 persen, lebih tinggi dibandingakan tiga bulan sebelumnya 1,34 persen.
Sedangkan pencairan KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sampai Desember lalu tercatat Rp 2,7 triliun dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) FLPP 2017 yakni Rp 3,10 triliun.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.