Kompas.com - 29/01/2018, 12:02 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih tingginya kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali dianggap pengembang sebagai daya tarik utama untuk mendorong bisnis properti, terutama resor di tepi pantai.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kunjungan wisman ke Bali pada September 2017 lalu mencapai 550.520 kunjungan. Wisman yang datang melalui bandara sebanyak 550.238 kunjungan, sedangkan dari pelabuhan laut sebesar 282 kunjungan.

Hans Herwin, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Anugerah Kasih Satu (AKS), Sabtu (27/1/2018) yang tengah mengembangkan premium, Tavisamira Beach Club & Resort di Bali mengatakan bahwa Bali menjadi primadona untuk berinvestasi di sektor properti, khususnya resor atau vila. Perkembangan sektor pariwisata di Pulau Dewata ini, menurut dia, ikut mendongkrak prospek bisnis properti.

Hans menjelaskan, jumlah wisman ke Bali pada September 2017 lalu naik sebesar 23,51 persen dibandingkan dengan catatan pada September 2016. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah wisman ke Bali tercatat mengalami penurunan sebesar 8,53 persen.

Menurut kebangsaan, wisman yang tercatat paling banyak datang ke Bali pada bulan September 2017 adalah wisman dengan kebangsaan Tiongkok, Australia, Jepang, Inggris, dan India dengan persentase masing-masing sebesar 23,48 persen, 18,91 persen, 5,66 persen, 4,78 persen, dan 4,47 persen.

Tavisamira sendiri, papar Hans, merupakan, vila premium yang pembangunannya menggabungkan, resort, (beach) club, dan wedding chapel yang dibangun persis di bibir Pantai Pasut, Tanah Lot, Bali. Vila ini dipasarkan mulai Rp4,5 miliar.

Tavisamira Resort dibangun di atas lahan 1,4 hektar, terdiri dari 40 unit dengan ukuran 8x17 meter sebanyak 32 unit dan 16x17 meter sebanyak 6 unit. Khusus dua unit terbaiknya, resor ini langsung memiliki pemandangan pantai dan laut.

Namun, lanjut Hans, pasar properti di Bali tersebut bukanlah masyarakat Bali, tetapi berasal berbagai pelosok wilayah Indonesia, yang ingin berinvestasi di Bali atau hanya menjadikan  vilanya sebagai tempat berlibur.

"Sekarang ini harga per unit rata-rata vila premium itu sudah atas Rp10 miliar," ujarnya.

Dia menjamin bahwa vila tepi pantai ini sudah ada penyewa selama 5 tahun sejak operasional.

"Artinya, pemiliknya pasti mendapatkan profit pendapatan sewa bahkan sebelum lunas. Proyeksi break event point bisa kurang dari 9 tahun," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.