Kompas.com - 22/01/2018, 14:08 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Hunian vertikal yang tengah digarap Pemprov DKI Jakarta di Klapa Village, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, dinilai tidak tepat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dengan uang muka atau down payment (DP) 0 rupiah, cicilan yang harus dibayar oleh calon pembeli setiap bulannya cukup besar. Untuk diketahui, harga yang dibanderol untuk hunian tipe 21 sebesar Rp 185 juta, sedangkan tipe 36 Rp 320 juta.

"Kan cicilannnya lumayan juga itu (bisa) Rp 2 juta sampai Rp 3 jutaan per bulan," kata Dosen Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah Siregar kepada Kompas.com, Jumat (19/1/2018).

Ia menuturkan, daripada disebut sebagai program rumah DP 0 rupiah, lebih tepat bila hunian vertikal yang sedang digarap Pemprov DKI sebagai apartemen sederhana milik atau anami.

Meski demikian, pembangunan anami bukanlah solusi yang tepat bagi MBR. Selain akan menimbulkan speculative buyer  atau pembeli investor, harganya pun relatif tinggi.

"Pemerintah yang betul ya bangun rusunawa dan kampung deret lah," cetus Jehansyah.

Rusunawa, kata Jehan, bisa digunakan bagi pendatang yang tinggal dan sudah ber-KTP Jakarta. Sementara kampung deret dapat digunakan oleh penduduk asli.

"Itu saja yang ditambah. Nah sekarang belum ada program anies untuk MBR," imbuhnya.

Lebih jauh, Jehansyah mengaku, tak heran bila di dalam salah satu syarat untuk mengikuti program ini, masyarakat harus memiliki penghasilan dengan rentang antara upah minimal provinsi (UMP) hingga di bawah Rp 7 juta.

"Jadi betul tadi, kelompok Rp 7 juta itu betul akan banyak yang terbantu. Tapi seleksinya nanti akan sangat banyak speculative buyer," tuntas Jehansyah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.