Kompas.com - 29/12/2017, 21:00 WIB
Skyli DezeenSkyli
|
EditorHilda B Alexander

Memiliki dua pintu masuk, bahan ini ditempatkan di utara dan selatan sehingga terhindar dari angin. Pintu-pintu itu dirancang untuk miring ke dalam sehingga mereka otomatis tetap tertutup, melestarikan kehangatan di dalamnya.

Di dalamnya, Skýli terbagi menjadi empat area. Ada dua untuk beristirahat dan tidur, dilengkapi dengan tempat tidur susun dan bangku lipat yang bisa berlipat ganda sebagai ruang tidur tambahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ruang ketiga adalah ruang makan, berisi meja dengan bangku, sedangkan ruang keempat menampung peralatan memasak yang didukung oleh gas.

Peralatan ini juga bisa digunakan untuk memanaskan kabin dalam keadaan darurat, meskipun panas yang dihasilkan oleh penghuni biasanya cukup untuk menyimpannya pada suhu yang baik.

Kait melapisi dinding untuk membantu peralatan tetap rapi dan terlepas dari lantai, sementara kompas yang tercetak di lantai memudahkan orientasi.

Di celah antara eksterior baja dan dinding dalam kayu, para perancang memasukkan ruang bagi pengunjung untuk meremas pakaian basah atau berlumpur.

Air hujan yang mengalir di atas atap miring bisa dikumpulkan di tangki pengeringan diri di kulit terluar, menyediakan kabin dengan air yang bisa digunakan untuk mencuci, atau dimurnikan untuk memasak dan minum.

Panel surya dan baterai menawarkan daya yang cukup untuk mengisi perangkat dan menyalakan interior dalam cuaca yang baik. Generator yang dapat diengkol tangan akan memberi cadangan pada hari yang lebih gelap, tapi juga akan berfungsi ganda sebagai suar darurat jika penghuni perlu meminta bantuan.

Dalam keadaan darurat, kabinnya akan dilengkapi perlengkapan medis dasar dan selembar jatah makanan, disimpan di bawah bangku di ruang makan.

SkyliDezeen Skyli

Baik cangkang dalam dan perabotannya, yang dirancang untuk terlipat rata agar memudahkan transportasi, akan dibuat dari kayu berlapis silang (CLT), kayu rekayasa tinggi.

Dikombinasikan dengan cangkang baja ringan, hal itu akan membuat kabin mudah bermanuver ke posisinya. CLT dan baja juga akan menyediakan isolasi, bersama dengan jendela triple-glazed.

"Konsep aslinya dikembangkan agar mudah dibawa ke lokasi terpencil, oleh karena itu memanfaatkan material ringan sangat penting," jelas Litström.

Halaman:


Sumber Dezeen
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.