Kontrol Lonjakan Harga Tanah, Bank Tanah Diharapkan Segera Terbentuk

Kompas.com - 12/12/2017, 18:00 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil ditemui di sela-sela Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah di Jakarta, Minggu (20/8/2017). KOMPAS.com / EstuMenteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil ditemui di sela-sela Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah di Jakarta, Minggu (20/8/2017).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pemerintah terus berupaya mengontrol kenaikan harga tanah yang tidak terkendali. Di antaranya dengan cara membentuk bank tanah negara.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan, selama ini kenaikan harga tanah tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan masyarakat.

"Masalah harga tanah, itu menjadi suatu kendala bagi masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memperoleh rumah layak huni. Maka kami perkenalkan dan persiapkan rancangan bank tanah," kata Sofyan di Menara BTN Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Menurut dia, setiap tahun masyarakat yang bekerja mengalami kenaikan gaji. Namun, kenaikan tersebut hanya berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi.

Kondisi itu tentu tidak akan membuat kenaikan gaji karyawan sebanding dengan melonjaknya harga tanah setiap tahunnya.

"Kalau ini tidak dikontrol, maka akan menghadapi generasi yang selama ini belum punya rumah akan semakin sulit, dan semakin sulit punya rumah," kata Sofyan.

Saat ini, rencana pembentukan bank tanah negara, masih dalam tahap pembahasan tingkat akhir untuk peraturan pemerintah.

"Mudah-mudahan, awal tahun bisa keluar bank tanah negara," harapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X