Kompas.com - 09/12/2017, 10:03 WIB
Ilustrasi rumah subsidi. KOMPAS.com / DANI PRABOWOIlustrasi rumah subsidi.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pemerintah mengalokasikan Rp 2,5 triliun sebagai modal awal program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dalam APBN 2018. Nantinya, anggaran tersebut akan digunakan untuk pembentukan Badan Pengelola Tapera (BP Tapera).

Pembentukan BP Tapera merupakan amanat dari dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tapera. Dengan tujuan, untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memperoleh rumah layak huni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti dikutip KompasProperti dalam Informasi APBN 2018 dari Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, Sabtu (9/12/2017), modal awal itu diberikan lewat mekanisme Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Nantinya jika sudah ada Tapera maka semua akan melebur menjadi satu dan tidak ada lagi pembiayaan perumahan berbentuk FLPP ataupun Subsidi Selisih Bunga (SSB)," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantornya, Jumat (8/12/2017).

Selain Tapera, dalam hal pembiayaan infrastruktur, pemerintah juga mengalokasikan Rp 2,2 triliun sebagai bantuan pembiayaan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Anggaran tersebut dimasukkan ke dalam Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan.

Adapun sasaran dalam program tersebut yakni untuk bantuan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera untuk 42.000 unit rumah.

Dalam hal mendukung pelaksanaan fungsi penyediaan dana uang ganti kerugian untuk pengadaan tanah dalam rangka pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional, juga disediakan anggaran sebesar RP 35,4 triliun.

Anggaran itu akan dialokasikan lewat LMAN untuk 12 proyek jalan tol, 40 proyek infrastruktur sumber daya air, dan dua proyek infrastruktur perekeretaapian.

Pemerintah juga menyediakan PMN kepada PT KAI sebesar Rp 3,6 triliun untuk meningkatkan kemampuan leverage, sehingga beban pembiayaan proyek LRT Jabodetabek melalui APBN lebih rendah. Ditargetkan, proyek LRT ini dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2019.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.