Kompas.com - 04/12/2017, 15:00 WIB
Progres pembangunan venue Stadion Istora Senayan untuk Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017). Rombongan mengunjungi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Arena Aquatic serta Istora Senayan untuk mengecek persiapan venue jelang perhelatan Asian Games 2018. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGProgres pembangunan venue Stadion Istora Senayan untuk Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017). Rombongan mengunjungi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Arena Aquatic serta Istora Senayan untuk mengecek persiapan venue jelang perhelatan Asian Games 2018.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Renovasi venue olahraga dan rehabilitasi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dikebut menjelang perhelatan Asian Games 2018 mendatang.

Dengan keterbatasan waktu dan juga dana, para arsitek yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) harus merevisi beberapa rencana yang ada, terutama untuk Stadion Utama Istora.

"Sebetulnya dulu ada keinginanan Presiden (Joko Widodo) supaya Istora dipakai buat publik, lalu diusulkan museum. Tapi, karena ada keterbatasan, jadi museumnya belum ada di stadion utama. Kalau jadi museum, itu luar biasa," ujar Ketua IAI Ahmad Djuhara kepada KompasProperti, Sabtu (2/12/2017).

Selain museum, kata Djuhara, keinginan Jokowi untuk membuat Istora sebagai ruang publik juga tidak bisa terlaksana sepenuhnya. 

Progres pembangunan venue Stadion Istora Senayan untuk Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (12/11/2017). Sandiaga Uno memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempermudah semua bentuk perizinan yang diperlukan untuk venue Asian Games 2018 di Kompleks GBK.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Progres pembangunan venue Stadion Istora Senayan untuk Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (12/11/2017). Sandiaga Uno memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempermudah semua bentuk perizinan yang diperlukan untuk venue Asian Games 2018 di Kompleks GBK.
Pasalnya, Istora merupakan bangunan konservasi yang tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang.

Djuhara menambahkan, masih banyak kekurangan dalam desain Istora yang awalnya ingin dibuat untuk publik.

"Kalau ada publik ada pengaturan, misalnya stadion utama tidak hanya untuk sepakbola tetapi olahraga lain bisa seperti atletik dan lain-lain," imbuh Djuhara.

Menurut dia, Istora seharusnya bisa untuk kegiatan di luar olahraga sepak bola karena terdapat jalur berlari berbeda dari stadion pada umumnya. Di Inggris misalnya, yang tidak terdapat jalur tersebut.

Progres pembangunan venue Stadion Istora Senayan untuk Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017). Rombongan mengunjungi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Arena Aquatic serta Istora Senayan untuk mengecek persiapan venue jelang perhelatan Asian Games 2018.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Progres pembangunan venue Stadion Istora Senayan untuk Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017). Rombongan mengunjungi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Arena Aquatic serta Istora Senayan untuk mengecek persiapan venue jelang perhelatan Asian Games 2018.
Dengan kemegahannya, Istora juga diharuskan dapat menampung penyelenggaraan kegiatan-kegiatan besar seperti Asian Games.

Selain Istora, ada 13 venue lain yang juga direnovasi. Empat di antaranya sudah selesai dan diresmikan Jokowi, yaitu Stadion Renang Aquatic, Lapangan Panahan, Sepak Bola A/B/C, dan Lapangan Hoki I dengan nilai Rp 370 miliar.

Sedangkan 9 venue lainnya saat ini tengah dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan akhir Desember 2017.

Keseluruhan rehabilitasi venues di GBK, Jakabaring, Palembang dan 10 menara rusun (rumah susun) Kemayoran menghabiskan dana Rp 6,2 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.