Indonesia-Korsel Kerja Sama Garap SPAM Karian

Kompas.com - 10/11/2017, 23:26 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima delegasi pemerintah Korea Selatan, Jumat (10/11/2017). Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima delegasi pemerintah Korea Selatan, Jumat (10/11/2017).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KompasProperti - Indonesia bekerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) dalam pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian-Serpong. 
 
Kerja sama tersebut terwujud setelah kedua belah pihak yang diwakili Ditjen Sumber Daya Air dan Ditjen Kementerian PUPR menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Ekspor-Impor Korea dan Korea Water Resources Corporation, Rabu (9/11/2017).  
 
“Indonesia sudah lama bekerja sama dengan Korea dan terus meningkat terutama dalam pembangunan infrastruktur. Tidak hanya melalui APBN tetapi juga pembangunan infrastruktur dengan skema KPBU termasuk MoU yang ditandatangani akan membawa investasi Korea ke Indonesia,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Jumat (10/11/2017).
 
Nantinya, air baku yang dialirkan melalui SPAM tersebu akan didistribusikann ke berbagai wilayah seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak, Kota Serpong, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Jakarta bagian barat. 
 
Kementerian PUPR melalui APBN dan pinjaman Pemerintah Korsel mendanai pembangunan Bendungan Karian dan saluran utama sepanjang 47,9 kilometer yang akan mensuplai air ke Kabupaten Bogor, Lebak dan Tangerang. 
 
Sementara untuk pembangunan instalasi pengolahan air dan jaringan perpipaan yang melayani Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Jakarta bagian barat akan ditawarkan kepada investor melalui skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) sebagai prakarsa badan usaha (unsolicited project). 
 
Setelah penandatanganan MoU, akan dilanjutkan studi kelayakan (feasibility study) saluran pembawa air baku Karian-Serpong oleh K-Water yang ditargetkan selesai bulan Januari 2018 dan dilanjutkan dengan proses lelang KPBU sehingga konstruksi bisa dimulai tahun 2018. 
 
Waktu penyelesaian pembangunan saluran air baku Karian-Serpong diupayakan bersamaan dengan selesainya Bendungan Karian, sehingga maka air bendungan dapat segera dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan masyarakat akan air bersih.  
 
Progres konstruksi Bendungan Karian saat ini mencapai 48 persen dan ditargetkan selesai pada 2019. Bendungan Karian merupakan bendungan multifungsi dan menjadi salah satu proyek strategis nasional.
 
Kapasitas tampungnya sebesar 314,7 juta meter kubik yang dimanfaatkan untuk meningkatkan pasokan air bagi lahan pertanian seluas 22.000 hektar di Provinsi Banten. 
 
Dengan terjaminnya air irigasi dari bendungan, maka produksi gabah diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 162.800 ton gabah per tahun senilai Rp 500 miliar.
 
Saat ini produksi gabah petani sebanyak 187.000 ton per tahun dan ditargetkan menjadi 349.800 ton gabah per tahun setelah bendungan beroperasi. 
 
Selain itu juga bermanfaat menghasilkan listrik sebesar 1,8 MW bagi 10.000 kepala keluarga yang berada di 40 desa atau 4 kecamatan di sekitar bendungan, serta pengendalian banjir. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X