Penulis
Tak hanya ketat dalam hal perizinan, Australia juga membatasi kucuran kredit konstruksi dan kredit pemilikan rumah (KPR).
Pembatasan ini, kata Iwan, menghindari terulangnya kembali krisis pada tahun 1988 yang berdampak pada gelembung (bubble) properti.
"Perbankan Australia mengerem dengan tidak mempercepat kucuran dana konstruksi dan mortgage. Tiga atau empat tahun lalu pertumbuhan kredit dua digit hingga mencapai 18 persen. Sekarang 7-8 persen. Kalau dua digit bahaya. Jadi, rata-rata 10 persen per tahun sudah bagus," beber Iwan.
"Cuma pengembang yang mampu secara finansial, dan penjualannya bagus sampai 30 persen dari total nilai proyek, bisa mendapatkan kredit konstruksi dan KPR," tuntas dia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.