Kompas.com - 26/10/2017, 21:30 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

PALEMBANG, KompasProperti - Kehadiran proyek light rail transit (LRT) Palembang, diyakini menjadi salah solusi kemacetan bagi masyarakat yang tinggal di Ibu Kota Sumatera Selatan itu.

Proyek LRT ini dirancang memiliki panjang 23,4 kilometer, dengan jarak yang membentang mulai dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin hingga kawasan sport center Jakabaring.

Sehari-hari, kondisi lalu lintas di wilayah ini cukup padat. Kepala Proyek Utama LRT Palembang, Mas'udi Jauhari menyebut, diperlukan waktu sekitar 30-40 menit untuk melintasi jalur tersebut pada saat subuh pagi hari.

Sementara, bila waktu sudah lebih dari pukul 06.00 WIB, maka waktu tempuh normal yang dibutuhkan lebih panjang, yaitu antara 1,5 jam hingga 2 jam.

"Kalau ini sudah jadi, waktu tempuh dari ujung ke ujung cukup 40 meni," kata Mas'udi kepada awak media di Palembang, Kamis (26/10/2017).

Dalam sekali perjalanan, ia menambahkan, setiap kereta yang terdiri atas tiga gerbong dapat menampung penumpang maksimum 630 orang.

Dengan asumsi, untuk setiap pemberhentian di stasiun maksimum 40 detik, dan 360 detik untuk stasiun terakhir yaitu Stasiun Bandara dan Stasiun OPI.

"Kecepatan rata-rata 32,9 kilometer per jam dan jumlah penumpang per hari ditargetkan 143.329 orang atau sekitar 7.160 orang per jam," tuntas Mas'udi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.