Desain Baru Pasar Cinde Sudah Disiapkan

Kompas.com - 11/09/2017, 12:11 WIB
Pasar Cinde yang merupakan salah satu bangunan kuno di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (14/5). Bangunan kuno di Palembang rawan lenyap. Sebab, dari sekitar 200 unit bangunan kuno di Palembang, belum ada satupun yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Hal ini membuat bangunan kuno tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk dilindungi sehingga sewaktu-waktu bisa dibongkar. Salah satu bangunan kuno yang akan dibongkar, yakni Pasar Cinde. Pasar yang terinsiparsi dari Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah karya arsitek Thomas Karsten itu akan diruntuhkan dan dibangun mall di atas reruntuhannya.

Kompas/Adrian Fajriansyah (DRI)
14-05-2017 KOMPAS / ADRIAN FAJRIANSYAHPasar Cinde yang merupakan salah satu bangunan kuno di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (14/5). Bangunan kuno di Palembang rawan lenyap. Sebab, dari sekitar 200 unit bangunan kuno di Palembang, belum ada satupun yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Hal ini membuat bangunan kuno tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk dilindungi sehingga sewaktu-waktu bisa dibongkar. Salah satu bangunan kuno yang akan dibongkar, yakni Pasar Cinde. Pasar yang terinsiparsi dari Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah karya arsitek Thomas Karsten itu akan diruntuhkan dan dibangun mall di atas reruntuhannya. Kompas/Adrian Fajriansyah (DRI) 14-05-2017
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Sejak awal, rencana revitalisasi Pasar Cinde di Palembang, telah menuai pro dan kontra. Terlebih, setelah pasar tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan SK Wali Kota Palembang.

Direktur Utama PT Aldiron Hero Group Atar Tarigan mengatakan, hingga kini belum jelas desain mana yang akan digunakan dalam revitalisasi tersebut. Hanya, Aldiron, selaku pengembang telah menyiapkan desain baru guna mempertahankan nilai cagar budaya Pasar Cinde.

Baca: Pemerhati Cagar Budaya: Harus Ada Perlakuan Khusus untuk Pasar Cinde

Dalam desain baru yang dirancang, pengembang mempertahankan fasad atau bagian depan bangunan yang ada. Menurut Atar, mempertahankan fasad merupakan hal yang mafhum digunakan dalam proses revitalisasi cagar budaya.

"Usulan dari temen-temen ini, jadi tinggalkan area fasad. Artinya, nilai historisnya masih ada. Beberapa contoh banyak dilakukan di luar negeri, kami juga studi banding ke Makassar, banyak yang seperti itu," kata Atar kepada KompasProperti di Jakarta, Sabtu (9/9/2017) malam.

Dalam desain, Pasar Cinde dirancang setinggi 15 lantai. Selain akan difungsikan sebagai pasar modern, Pasar Cinde juga dilengkapi dengan apartemen sederhana tiga lantai hingga fasilitas water park.

Baca: Pasar Cinde, Kawasan Bersejarah Lintas Budaya...

Atar menjelaskan, area pasar modern itu nantinya berada di lantai dasar. Para pedagang yang selama ini telah berjualan di Pasar Cinde, dijamin akan dapat berjualan kembali di area pasar modern.

"Sesuai janji Pak Gubernur, 887 (pedagang) itu digaransi mendapatkan tempat di bangunan baru, dengan harga sewa yang sudah disepakati dan sudah di-SK-kan," kata dia.

Selain itu, Pasar Cinde juga akan dilengkapi lifestyle mall dua lantai untuk menggaet pengunjung, serta enam lantai trade center. Untuk menampung kendaraan pengunjung, juga disediakan empat lantai area parkir yang dapat menampung sekitar 800 unit kendaraan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X