Tak Punya Uang Elektronik Tak Bisa Lewat Tol

Kompas.com - 08/09/2017, 18:30 WIB
Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat keputusan menghilangkan gerbang tol Cibubur dan Cimanggis mulai 8 September 2017, hal tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan pada ruas tol Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaSejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat keputusan menghilangkan gerbang tol Cibubur dan Cimanggis mulai 8 September 2017, hal tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan pada ruas tol Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Masyarakat yang tidak memiliki uang elektronik, mulai 31 Oktober 2017 tidak bisa lagi melewati jalan tol.

Pemerintah memastikan bahwa pada saat itu sistem transaksi pembayaran yang berlaku di gerbang tol (GT) hanyalah transaksi non-tunai.

"Jadi untuk perhatian bagi kita semua, 31 Oktober nanti semua GT tidak lagi melayani transaksi tunai. Tidak ada lagi uang kembalian," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna di Kantor PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Jumat (8/9/2017).

Saat ini, penggantian alat transaksi pembayaran sudah dimulai di beberapa GT. Bila sekarang rasio penggunaan GT hybrid dan non-tunai 60:40, maka pada 31 Oktober nanti rasio itu akan berbalik. Bahkan, ada yang 100 persen menggunakan gerbang tol otomatis (GTO).

"Jadi tergantung konfigurasi yang ada saat ini juga. Sehingga ke depan pilihannya semakin menuju cashless," kata dia.

Herry berharap, dengan perubahan sistem pembayaran ini, akan semakin meningkatkan kualitas jalan tol. Bila sebelumnya salah faktor penyebab kemacetan di tol yakni lambannya transaksi di GT, maka ke depan persoalan itu akan berkurang.

Secara bertahap, ia menambahkan, faktor-faktor penyebab kemacetan di jalan tol juga akan dibenahi, seperti rest area dan kapasitas jalan yang diperbesar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X