Layani Kawasan Industri, Simpang Susun Cikande Beroperasi Agustus 2017

Kompas.com - 20/07/2017, 18:30 WIB
|
EditorHilda B Alexander

TANGERANG, KompasProperti - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Himpunan Perusahaan Wilayah Serang Timur (Hipwis) bekerja sama membangun akses tol Tangerang-Merak berupa simpang susun atau interchange.

Akses ini dibangun untuk mempermudah pengiriman logistik dari atau ke kawasan industri di Serang, antara lain adalah ModernCikande.

"Seharusnya secara jadwal sih (dibuka) Oktober 2017," ujar Kepala Divisi Hukum dan Humas PT Marga Mandalasakti (MMS) Indah Permanansari di kantornya, Karawaci, Kamis (20/7/2017).

Indah menuturkan, simpang susun ini baru bisa dibuka setelah syarat administrasi terpenuhi terutama seperti sertifikat layak operasi yang diterbitkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sedangkan untuk pengelolaannya, tol ini akan diserahterimakan dari Pemkab Serang ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR.

Setelah itu, Bina Marga akan menugaskan MMS atau Astra Infra Toll Road untuk mengelola simpang susun tersebut.

"Saat ini statusnya bagaimana, masih dalam tahap akhir. Kalaupun open publish setelah mendapat izin dari Kementerian PUPR," kata Indah.

Kawasan industri diuntungkan

Jalan Tol Interchange atau Jalan Simpang Susun Cikande, Serang telah dibangun sejak April 2014 lalu.

Simpang susun ini nantinya akan memiliki jalur sepanjang 1,3 kilometer yang menghubungkan Jalan Alternatif Kragilan-Cikande dengan Jalan Tol Tangerang Merak Km 52+150.

Rencananya simpang susun ini akan dilengkapi tujuh pintu tol yang akan menjadi akses keluar dan masuk Jalan Tol Ruas Merak Jakarta.

"Jika gerbang Tol Cikande telah beroperasi diperkirakan sebanyak lima ribu kendaraan akan melintasi gerbang tol ini setiap harinya," ujar Direktur Utama PT Modern Industrial Estate Pascall Wilson di ModernCikande, Senin (22/5/2017).

Peningkatan jumlah kendaraan tersebut, kata Pascall, akibat adanya peralihan kendaraan yang biasanya melalui gerbang Tol Ciujung dan Balaraja Barat menjadi ke Tol Cikande.

Menurut dia, operasional tol ini akan memengaruhi kawasan industri ModernCikande karena dapat diakses dengan jarak hanya 1 kilometer dari pintu tol.

ModernCikande sendiri memiliki luas lahan sebesar 3.175 hektar dengan pengembangan 40 persen dan menyisakan bank lahan sebesar 1.500 hektar.

Saat ini, ModernCikande dihuni lebih dari 200 perusahaan lokal dan internasional dengan berbagai jenis usaha.

Adapun jenis usaha yang mendominasi di kawasan industri tersebut adalah food and beverage (F&B), produk logam, serta material rumah dan bangunan.

Pembangunan terkini di kawasan tersebut adalah Hotel Swiss-Belinn ModernCikande yang rencananya beroperasi pada akhir 2017.

Dengan luas lahan 7.750 meter persegi dan bangunan 10.640 meter persegi, hotel tersebut memiliki ketinggian 10 lantai dan menyediakan 165 kamar.

Operasi hotel berbintang tiga ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan menginap ara tamu perusahaan penghuni kawasan industri ModernCikande.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.