Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arsitek Indonesia Kini...

Kompas.com, 16 Juli 2017, 23:31 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KompasProperti - Setelah diperjuangkan selama lebih kurang 12 tahun, Undang-undang (UU) Arsitek akhirnya disahkan DPR RI pada Selasa (11/7/2017) lalu. Beleid baru ini, sekaligus menegaskan posisi arsitek dalam konstelasi kehidupan Negeri ini.

Baca: UU Arsitek Resmi Disahkan

Menurut Ketua Badan Pelestarian Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Aditya W Fitrianto, UU Arsitek bisa dianggap sebagai bentuk pengakuan profesi arsitek sebagai penyelanggara dan penanggung jawab perkembangan dunia arsitektur di Indonesia.

"Arsitek kini juga menjadi jelas posisinya sebagai sosok perancang dunia arsitektur dan bukan insinyur. Karena memang berbeda dalam proses pembelajaran maupun pengembangannya," kata Aditya kepada KompasProperti, Minggu (16/7/2017).

Aditya kemudian mengungkapkan pendapatnya terkait keberadaan UU Arsitek dan bagaimana nasib arsitek sekarang. Berikut pendapatnya:

Tak hanya semakin jelas posisi dan kekuatan hukumnya, arsitek kini juga diminta mengurus diri dan kalangannya sendiri, dengan mulai membentuk Dewan Arsitek Indonesia (DAI).

Lembaga mandiri dan independen ini akan menjadi satu-satunya pemberi nilai seseorang layak menjadi arsitek berkompeten atau tidak.

Nantinya DAI akan mengeluarkan Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA), dulu disebut Sertikat Keahlian (SKA) Arsitek.

Dengan STRA ini, masyarakat umum akan merasa lebih dilindungi jika menggunakan jasa arsitek yang berkompeten. Karena nanti tidak sembarang orang dapat memiliki STRA seperti kondisi sekarang.

Organisasi profesi IAI pun mendapat pengakuan dan menjadi satu-satunya lembaga penaung para arsitek dan berkewajiban membentuk DAI.

DAI akan bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Arsitektur se-Indonesia (APTARI) dalam membentuk lembaga mandiri dalam memberikan akreditasi dalam dunia arsitektu .

Sementara itu, arsitek atau orang yang bergerak dalam pembangunan dan pengembangan arsitektur tradisional lokal sengaja tidak diatur dalam UU ini.

Hal ini diputuskan sebagai bentuk penghormatan kepada mereka untuk tetap dapat terus berkarya dalam memajukan budaya dan pelestarian berkelanjutan kearifan lokal Nusantara.

Pendek kata, hadirnya UU Arsitek ini memberikan angin segar. Tidak hanya bagi para arsitek, dunia arsitektur, juga kalangan industri properti pada umumnya.

Yang terpenting, regulasi ini memberikan jaminan dan kekuatan hukum para pelaku arsitektur dalam menghadirkan karya arsitektur di Indonesia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau