Lippo Bantah Meikarta Bakal Jadi Biang Kemacetan

Kompas.com - 06/07/2017, 17:23 WIB
Progres pembangunan fisik Meikarta per 9 Juni 2017. www.meikarta.comProgres pembangunan fisik Meikarta per 9 Juni 2017.
|
EditorHilda B Alexander

TANGERANG, KompasProperti - Pengembangan proyek properti skala jumbo, Meikarta, yang diinisiasi Lippo Group, telah mengundang beragam pendapat.

Ada yang pro dan mengapresiasi gagasan imperium bisnis milik Mochtar Riady tersebut, namun sebaliknya ada pula pihak yang kontra terhadap Meikarta. 

Baca: Meikarta, Persaingan Dua Naga dan Lemahnya Peran Pemerintah

Satu di antara yang kontra dan menilai miring Meikarta adalah Ketua Umum Masyarakat infrastruktur Indonesia (MII) Harun Alrasyid Lubis. 

Harun berpendapat, proyek seluas 500 hektar di timur Cikarang, Jawa Barat, ini bakal membuat Jalan Tol Jakarta-Cikampek menemukan equilibrium baru kemacetan pada level yang lebih tinggi.

Baca: Meikarta, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, dan Kebijakan yang Naif

"Akibatnya, tentu saja terjadi pemborosan sumber daya (resource), waktu yang tidak produktif, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan emisi polusi yang membengkak. Sebelum Mekarta pun, ini sudah jadi pemandangan sehari-hari," ujar Harun kepada KompasProperti, Rabu (28/6/2017).

www.meikarta.com Progres fisik Meikarta per 9 Juni 2017.
Meikarta memang digadang-gadang sebagai "Jakarta Baru" yang dikelilingi infrastruktur dasar yang mumpuni di koridor Bekasi-Cikarang-Karawang.

Lippo Group bahkan menyebut seluruh proyek infrastruktur, baik eksisting maupun masih dalam pekerjaan, sebagai nilai tambah sekaligus nilai jual yang mendongkrak potensi investasi Meikarta.

Sebut saja, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Jakarta-Cikampek Elevated Toll, Kereta Cepat jakarta-Bandung, Light Rail Transit (LRT), dan juga Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X