Kompas.com - 19/05/2017, 18:30 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah yang digagas pemerintah, rawan dimanfaatkan.

Masyarakat pun diharapkan dapat lebih waspada bila ada pengembang yang menawarkan rumah dengan uang muka atau down payment (DP) murah.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Budi Hartono mengatakan telah mendapat laporan terkait adanya pemanfaatan program rumah murah yang digagas Presiden Joko Widodo sejak 2015 itu.

"Kami menerima informasi dari Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bahwa ada laporan masyarakat yang ditawari rumah murah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," kata Budi di Kantor Kementerian PUPR, Jumat (19/5/2017).

Dia menjelaskan, modus yang digunakan pengembang nakal tersebut yakni menawarkan rumah murah kepada masyarakat.

Setelah itu, mereka mengajak masyarakat ke sebuah kawasan yang rencananya akan dibangun kawasan rumah murah.

Setelah masyarakat tergiur dan menyerahkan uang muka kepada pengembang tersebut, mereka kemudian melarikan diri.

"Jadi setelah dipelajari Ombudsman, itu semua palsu. Masuk uang muka, lalu mereka menghilang," kata dia.

Menurut Budi, tidak sedikit masyarakat yang antusias mengikuti Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah ini.

Pasalnya, dengan uang muka murah, mereka yang penghasilannya pas-pasan pun dapat memiliki rumah dengan fasilitas memadai.

"Ini perlu diwaspadai masyarakat, dan tentu saja ini akan ditindaklanjuti. Kami lakukan upaya preventif agar masyarakat tidak tertipu," kata dia.

Budi menambahkan, saat ini Kementerian PUPR masih terus berkoordinasi dengan Ombudsman, untuk mengetahui jumlah masyarakat yang telah tertipu dengan modus serupa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.