Kompas.com - 17/05/2017, 15:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Sudah menginjak tahun ke-4, sejak ledakan properti pada 2012-2013 silam. Mulai 2014, para pengembang merasa pasar properti lesu.

Memang ada proyek-proyek baru yang diluncurkan selama 2014-2016. Namun, penjualan dan keuntungannya tidak secepat dan sebesar pada 4 tahun lalu.

Hingga memasuki awal 2017, tanda-tanda pertumbuhan properti belum juga terlihat secara signifikan.

Keadaan tersebut diperparah dengan adanya tren belanja dalam jaringan (daring) yang membuat para pengusaha dapat menjajakan barangnya tanpa harus menyewa tempat di mal atau membeli ruko.

Meski demikian, sebagai pengembang gurem, Easton Urban Capital mencoba peruntungan dengan membangun dan memasarkan ruko secara bertahap.

"Kebutuhan untuk ruko masih ada. Bahkan untuk e-commerce misalnya yang jual-jual aksesoris dan baju, mereka pada akhirnya akan membutuhkan ruko sebagai bentuk fisik tokonya," ujar Director Easton Urban Capital William Liusudarso kepada KompasProperti, Senin (15/5/2017).

William mengatakan, properti lesu atau penjualan daring tidak menjadi ancaman bagi pengembang.

Ia yakin, kondisi properti yang lesu selama beberapa tahun terakhir ini akan membaik pada waktu ke depan.

Selain itu, kondisi ini seharusnya bisa dimanfaatkan konsumen dengan mendapat harga yang lebih terjangkau karena konsumen memiliki bargaining. Ia mengklaim, dalam 3 tahun terakhir, produk yang diluncurkan selalu habis terjual.

"Kami luncurkan ruko-ruko sold out terus, karena kami tidak hanya menjual bangunan kotak-kotak biasa," kata William.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.