MJB Architects Rancang Rumah Kos Kontainer di Semanggi

Kompas.com - 02/04/2017, 07:00 WIB
Arimbi Ramadhiani Pameran desain arsitektur #huni_komunal di Kedai Ketan Susu, Jakarta, Sabtu (1/4/2017).

JAKARTA, KompasProperti - Michael J. Brochet, Principal Architect MJB Architects telah menerima pesanan untuk rancang bangun menggunakan kontainer.

Proyek terbarunya saat ini adalah apartemen sewa atau rumah kos dari kontainer di kawasan Karet, Semanggi, Jakarta Selatan.

Proses desain rumah kos ini diakui Michael cukup berbeda dari proyek-proyek sebelumnya.

Michael menjelaskan proses penggunaan kontainer untuk rumah kos tersebut saat Diskusi Desain #NgopiBarengArsitek dan pameran #HUNI_KOMUNAL di Kedai Ketan Susu, Jakarta, Sabtu (1/4/2017).

"Kalau sebelumnya, kami buat blok kecil-kecil yang kemudian disusun berulang kali baru kerjakan dalamnya. Untuk proyek ini, kami mulai dari penanganan tata letak dalamnya dulu," ujar Michael.

Ia menuturkan, rumah kos ini bisa digunakan oleh 2 orang setiap unitnya dengan pilihan 2 tipe, yaitu 20 dan 40 meter persegi.

Total rumah kos berjumlah 150 unit. Keunggulan kontainer adalah sifatnya yang temporer sehingga dapat dipindahkan ke tempat baru.

michaelbrohet/Instagram Proyek pembangunan indekos dari kontainer di Karet, Semanggi, Jakarta rancangan MJBarchitects

Menurut Michael, saat ini, dirinya tengah membuka pengundian berdasarkan suara terbanyak dari 5 tata letak yang dibuat. Masing-masing menampilkan berbagai fungsi ruangan yang berbeda.

"Ini jadi tantangan untuk folding spaces dengan ukuran 2,4 meter X 3,7 meter X 6 meter," kata Michael. 

Pertama kali MJB menangani proyek yang melibatkan kontainer adalah perkantoran di kawasan industri Cilegon pada 2011. Saat itu, kliennya bergerak di logistik dan memiliki banyak kontainer bekas. 

Untuk mengurangi biaya pembangunan kantor seperti permintaan klien, Michael pun memanfaatkan kontainer-kontainer tersebut.

Tantangannya, menggunakan kontainer berarti membuat panas terhantar dengan baik. Dengan demikian, saat cuaca panas seperti di Cirebon, Michael perlu menambahkan insulasi untuk mereduksi panas yang ada.

Setelah menangani proyek tersebut, MJB kebanjiran proyek-proyek yang memanfaatkan kontainer.

Salah satunya, Kafe Pramestha Bandung. Berbeda dengan di Cilegon yang perlu insulasi maksimal, kontainer untuk Pramestha tidak dikhawatirkan memanas. 

"Karena di Bandung dingin, apalagi ini lokasinya dikelilingi pohon-pohon, jadi tambah sejuk. Enggak perlu insulasi sama sekali," tuntas dia.



EditorHilda B Alexander

Close Ads X