Greenpeace Indonesia Tegaskan Tolak Reklamasi

Kompas.com - 12/02/2017, 14:30 WIB
Penampakan pulau C dan D dari atas udara. Pulau C dan D adalah sejumlah pulau yang termasuk dalam proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Kompas.com/Alsadad RudiPenampakan pulau C dan D dari atas udara. Pulau C dan D adalah sejumlah pulau yang termasuk dalam proyek reklamasi di Teluk Jakarta.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Organisasi non-pemerintah Greenpeace Indonesia menegaskan sikapnya yang menolak reklamasi di Indonesia, terutama di Teluk Jakarta karena dinilai tidak ada manfaatnya sama sekali.

Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak menyatakan, reklamasi Teluk Jakarta bukanlah solusi melainkan hanya akan menimbulkan masalah baru seperti peningkatan secara drastis kadar polusi air.

Baca: 19 Alasan Reklamasi Harus Dihentikan

Selain itu, keberadaan 17 pulau buatan juga akan mengurangi secara signifikan kecepatan dan volume air, sehingga menyebabkan kemampuan cuci alami air Teluk Jakarta terhadap bermacam polutan akan meningkat secara drastis pula.

" Reklamasi juga akan menyebabkan kerusakan ekologis di daerah asal pasir yang dipakai untuk pembentukan 17 pulau buatan tersebut," tambah dia seperti dikutip KompasProperti dari situs resmi Greenpeace.

Berdasarkan observasinya, Leonard memastikan seluruh argumen pendukung proses reklamasi tidak ada satu pun yang meyakinkan bahwa reklamasi dapat menyelesaikan berbagai macam masalah.

Mulai dari penurunan muka tanah, banjir rob, penghisapan air tanah secara masif, dan pencemaran sungai-sungai di Jakarta termasuk Teluk Jakarta itu sendiri.

Baca: 19 Alasan Reklamasi Harus Dihentikan (II)

"Pembuatan pulau-pulau reklamasi, yang terutama ditujukan bagi hunian dan kegiatan bisnis kelas menengah atas diperkirakan akan menyebabkan peminggiran total kepada masyarakat nelayan miskin Teluk Jakarta dan secara masif akan memperlebar ketimpangan sosial ekonomi di Jakarta," jelas dia.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Puluhan Nelayan Muara Angke yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Rabu (23/11/2016). Aksi nelayan tersebut menuntut kepada Pemerintah Belanda untuk menghentikan upaya mendorong misi investasi dalam pembangunan insfrastruktur di Teluk Jakarta yang akan menimbulkan kerusakan lingkungan.
Sebaliknya, segala permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui solusi komprehensif yang dilakukan dari hulu ke hilir.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X