Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

"Smart City" Bukan tentang Teknologi, Melainkan Tiga Hal Ini...

Kompas.com - 08/12/2016, 07:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

SURABAYA, KOMPAS.com - Terminologi smart city atau kota cerdas masih menjadi polemik hingga kini. 

Kota cerdas tidak bisa hanya diartikan sebagai kota yang berbasis teknologi, atau segala sesuatunya dikelola dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

COO dan Vice President Director PT Intiland Development Tbk Sinarto Dharmawan menjelaskan, kota yang cerdas adalah kota yang sangat efektif, efisien, dan produktif.

Baca juga: Dewi Yull Ungkap Satu Pesan pada Anak-anaknya agar Tak Membenci Ray Sahetapy Usai Bercerai

"Semakin efisien, efektif, dan produktif sebuah kota maka akan semakin cerdas," ujar Sinarto kepada Kompas.com, Rabu (7/1/2/2016). 

Sebuah kota bisa dikatakan menyandang predikat cerdas bila memenuhi tiga unsur utama yakni densitydiversity, dan proximity.

Density atau densitas menyangkut memaksimalkan ruang yang ada. Pengembangan perkotaan harus berbasis pada penggunaan ruang yang maksimal, namun memanfaatkan lahan secara minimal.

Baca juga: Manfaat Daun Sirih Merah untuk Kesehatan yang Sudah Terbukti Secara Ilmiah

"Dalam hal ini, pembangunan harus ke atas atau vertikal. Baik hunian, perkantoran, maupun ruang komersial," imbuh Sinarto.

Jakarta, tambah dia, densitasnya rendah. Karena hanya diisi oleh 15.000-an jiwa per kilometer persegi. Sementara ruang Jakarta masih begitu luas.

Sedangkan diversitas terkait dengan keberagaman. Dalam hal ini, pengembangan perkotaan harus mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat yang beraneka, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, suku, agama, profesi, golongan, dan lainsebagainya.

Baca juga: Cara Terdaftar Jadi Penerima Dana PIP, Siswa SD-SMA Ikuti Langkah Ini

Faktor berikutnya adalah proksimitas atau kedekatan. Ini tak kalah penting karena berpotensi mengurai kepadatan lalu lintas, dan juga menjadi salah satu solusi menghindari kemacetan.

Tiga hal tersebut, kata Sinarto, bisa diwujudkan dalam pengembangan properti berkonsep multifungsi atau mixed use.

"Mixed use adalah masa depan properti, dan masa depan perkotaan padat, macet, dan semrawut seperti Jakarta, dan Bandung," tutur Sinarto.

Baca juga: Penemuan Mengkhawatirkan di Dasar Lubang Biru Raksasa Belize

Pengembangan terintegrasi memungkinkan penghuni beraktivitas, dalam sebuah kawasan secara efektif, dan efisien. Mereka tidak perlu menggunakan kendaraan hanya untuk makan, minum, atau belanja kebutuhan sehari-hari.

Tinggal jalan kaki menuju tempat yang dimaksud, bensin tidak terbakar, ongkos transportasi tak jadi dikeluarkan, atau tenaga tak banyak berkurang.

Pengembangan multifungsi menyaratkan integrasi antar-jenis dan fungsi properti. Dia juga harus terkoneksi dengan transportasi publik, dan juga akses-akses terhadap fasilitas umum, dan sosial lainnya.

Baca juga: Live Streaming Liga Inggris MU vs Man City di SCTV dan Vidio, Derby Manchester Kickoff Pukul 22.30 WIB

Halaman Berikutnya
Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Properti

Tanah Anda Masih Girik? Segera Tingkatkan Jadi SHM, Ini Caranya

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Nunggu Beduk Magrib Lebih Berwarna, DANA Hadirkan NGABUBURICH dengan Hadiah hingga Rp 850 Juta

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Properti

Berapa Biaya Urus Peningkatan Girik Menjadi SHM? Ini Estimasinya

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

150 Twibbon Idul Fitri 2025 dan Poster Selamat Lebaran 1446 H, Simpel dan Keren

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 "Taqaballahu Minna Wa Minkum" dan Balasannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Agar Khusyuk Ibadah dan Anti-Boros, Siapkan Jadwal Imsakiyah dan Bijak Rencanakan Keuangan

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

150 Ucapan Idul Fitri 2025 dan Gambar Selamat Lebaran 1446 H buat Dikirim ke Medsos

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Shalat Ied Bareng Ivan Gunawan, Ruben Onsu: Semoga Saya Istiqomah

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Food

9 Buah Pelancar BAB yang Bantu Bersihkan Usus Kotor

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

100 Link Twibbon Idul Fitri 2025 untuk Sambut Lebaran via Media Sosial

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

api-1 . POPULAR-INDEX


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau