Kompas.com - 03/07/2016, 22:06 WIB
Kompas Video SUHARTI, SRIKANDI PANTURA
|
EditorHilda B Alexander

Dia berjualan mulai pukul 10.00 WIB hingga larut malam. Bagi Rizki habis atau bersisa, dia tetap senang membantu orang tuanya berjualan.

"Kalau makanan dan minuman sering ada sisa. Tapi kalau bensin, habis terus terutama tiga hari terakhir ini," tutur Rizki dengan senyum dikulum.

Tak takut dirazia?

Dengan cekatan dia menggelengkan kepala, "Saya lebih takut kalau pulang nggak bawa duit buat emak. Ini buat Lebaran," katanya.

Rizki dan Antok berjanji akan berjualan kembali selepas Hari Idul Fitri. Saat itu, mereka bakal membuka "lapak" di KM 251 Jalur B arah Jakarta.

Seraya membawa pulang jeriken kosongnya, tepat pukul 22.00 WIB, Rizki dan Antok merapah jalan setapak yang dibangun PT Pejagan Pemalang Toll Road sebagai akses bagi warga, menuju rumahnya.

Dalam gelap, lampu motor mereka menyala merah, membarakan semangat pantang menyerah. Bahwa kesempatan memang harus diperjuangkan.

Saksikan video Tim Merapah Trans Jawa tentang kisah Suharti, Srikandi Pantai Utara Jawa:

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.