Kompas.com - 30/06/2016, 10:10 WIB
|
EditorHilda B Alexander

REMBANG, KOMPAS.com - Masih diblokadenya Tol Gempol-Pasuruan ruas Bangil-Rembang hingga hari ini, memaksa PT Transmarga Jatim Pasuruan menunda fungsionalisasi jalan sepanjang 7 kilometer ini untuk jalur mudik dan balik Lebaran 2016.

Menurut Humas PT Transmarga Jatim Pasuruan, Rudi Purwanto, blokade tersbut tidak mungkin dibuka paksa. Karena itu, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Kepolisian setempat.

"Kami tidak bisa memastikan apakah ruas ini bisa dibuka atau tidak, karena masih terkendala blokade warga," ujar Rudi kepada Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com, Kamis (30/6/2016). 

Lebih lanjut Rudi mengatakan, kendati urusan pembebasan lahan merupakan domain pemerintah, namun PT Transmarga Jatim Pasuruan tetap akan menggunakan pendekatan persuasif terhadap warga pemblokir jalan.

Sementara itu, Lutfi Musyaqqir, warga pemilik lahan seluas 8 hektar yang ikut memblokir ruas Bangil-Rembang menyatakan tidak akan membuka blokade hingga hak-haknya dipenuhi.

Baca: Warga Blokade Ruas Bangil-Rembang

"Kemarin polisi-polisi mendatangi saya. Tapi saya tetap teguh mempertahankan blokade ini. Karena hingga sekarang saya belum dibayar sepeser pun," ungkap Lutfi.

Dia menuturkan, lahan seluas 8 hektar miliknya punya bukti kepemilikan berupa girik, dan Akta Jual Beli (AJB). 

Kasus sengketa lahan ini, kata Lutfi, berlarut-larut. Terjadi sejak 1994 saat PT Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIR) tanpa seizin warga pemilik lahan di dua kecamatan Rembang dan Kraton menjualnya kepada pemerintah.

Namun, Lutfi tidak menuntut PIR. Dia menuntut PT Transmarga Jatim Pasuruan yang dituding lalai dalam klarifikasi bukti-bukti pertanahan milik warga. 

"Jadi, sampai kapan pun, saya akan tetap mempertahankan hak saya. Kalau mau ruas tol ini dibuka, penuhi dulu hak saya," pungkas Lutfi.

Simak perjalanan Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com lintasi enam ruas tol baru berikut ini:

Kompas Video Menyusuri Tol Trans Jawa Mojokerto - Rembang

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.