Presiden Ingin Hadir, Penandatanganan PLTU Batang dan 5 Ruas Tol Ditunda

Kompas.com - 08/06/2016, 15:36 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Rabu (2/3/2016). Arimbi Ramadhiani/Kompas.comPresiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Rabu (2/3/2016).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Koordinator Perekonomian menjadwalkan acara Financial Close Proyek Pembangunan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang Jawa Tengah dan Perjanjian Penjaminan untuk Proyek Jalan Tol.

Proyek-proyek jalan tol ini terdiri atas Jalan Tol Manado-Bitung, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang, Serpong-Balaraja, dan Terbanggi Besar-Kayu Agung. Namun, acara yang awalnya direncanakan berlangsung pada Rabu (8/6/2016) ini terpaksa dibatalkan.

"Saya dengar, Presiden ingin hadiri sendiri, jadi (acaranya) dipindah ke Istana. Besok rencananya. PLTU Batang itu kan proses panjang," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu.

Proyek PLTU Batang Jawa Tengah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia.

PLTU Batang tersebar di tiga desa, yakni Desa Karanggeneng, Ujungnegoro, dan Ponowareng. Pada 2012, PLTU Batang mengalami kendala dalam pembebasan lahan.

Tahun lalu, Presiden Jokowi meresmikan kembali pembangunan PLTU tersebut. Setelah beroperasi, PLTU berkapasitas 2 x 1.000 MW ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan listrik nasional yang tumbuh sekitar 8 persen per tahun.

Sementara itu, pengesahan proyek lima ruas tol yang dijanjikan untuk ditandatangani pada hari ini bernilai Rp 52,76 triliun. Ruas Balikpapan-Samarinda digarap konsorsium PT Jasa Marga (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), PT PP (Persero), dan PT Bangun Tjipta Sarana dengan nilai Rp 13 triliun.

Proyek Tol Manado-Bitung senilai Rp 8,7 triliun dikerjakan oleh Jasa Marga. Tol Pandaan-Malang senilai Rp 2,9 triliun digarap konsorsium Jasa Marga bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Sisanya, proyek Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung akan dijalankan oleh pemerintah dan PT Hutama Karya dengan nilai Rp 22,13 triliun.

Adapun kontrak Tol Serpong-Balaraja senilai Rp 6,03 triliun dilakukan konsorsium PT Bumi Serpong Damai, PT Astratel Nusantara, dan PT Transindo Karya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X