Kompas.com - 16/05/2016, 12:30 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini, Indonesia sebenarnya berada di dalam rezim tata ruang baru yang belum juga selesai.

Pendiri Sekolah Ekonomi Demokratik (SED) Hendro Sangkoyo atau Yoyok menceritakan pernah menjadi bagian dari regu pemeriksaan 10 tahunan terumbu karang Kepulauan Seribu pada 1995.

Pulau ini kedudukannya unik karena berada di ujung ibu kota Jakarta. Pada waktu itu, keadaan biota laut sungguh menyedihkan. Setelah El Nino 1993, semua juvenal ikan mati terpanggang dalam ceruk-ceruk terumbu karang.

"10 tahun kemudian, Teluk Jakarta tidak lagi dibicarakan sebagai krisis di pesisir tapi sebuah cerita angka-angka besar, investasi jutaan dollar AS," tutur Yoyok dalam diskusi Nastional Capital Integrated Jakarta, Jumat (13//5/2016).

Yang dimaksud Yoyok angka besar adalah biaya pembangunan reklamasi. Ironinya, pada tahun yang sama, cerita reklamasi ini berawal dari mantan Presiden Suharto yang menandatangani 2 Keputusan Presiden (Keppres).

Pertama adalah Keppres Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantau Utara. Kedua adalah Keppres Nomor 82, yang menurut Yoyok, menjadi biang kerok perusakan seluruh wilayah ekosistem air hitam di Kalimantan Tengah.

Sampai sekarang, Keppres ini masih menyisakan bencana, meski sudah diatasi dengan mitigasi jutaan dollar AS tetap gagal dan berhenti di tengah jalan.

Ironi kedua, lanjut Yoyok, adalah syarat-syarat yang disebutkan dari cerita tentang Keppres pertama, bertabrakan dengan satu sama lain.

Tujuan Keppres ini adalah untuk penataan dan pengembangan pantai utara melalui reklamasi sekaligus mengatur ruang daratan pantai secara terarah dan terpadu.

Di satu sisi, reklamasi yang menjadi lahan tambahan real estate di pantai utara Jakarta akan terwujud jika perairan di sana diurug. Kalau tidak, proyek tersebut tidak ada.

"Tapi, dari sisi cerita kelautan, penambangan pasir laut telah lama sekali diketahui berperan penting dalam percepatan erosi pantai, antara lain karena hilangnya perlindungan pantai dari ancaman gelombang badai, belum lagi cerita tentang longsor karang dan sebagainya," kata Yoyok.

Hal ini menunjukkan, antara pembangunan real estate dan penataan pantai utara Jakarta ini bertabrakan syarat-syaratnya.

Dengan kata lain, untuk mempertahankan Jakarta, pemerintah harus merusak seluruh pesisir pantai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luncurkan MiniMix 2.0, SBI Incar Penjualan Rp 22 Miliar

Luncurkan MiniMix 2.0, SBI Incar Penjualan Rp 22 Miliar

Berita
Perkuat Kerja Sama Pembangunan IKN, Basuki Temui 12 Perwakilan Investor Jepang

Perkuat Kerja Sama Pembangunan IKN, Basuki Temui 12 Perwakilan Investor Jepang

Berita
Tersebar di 51 Lokasi, Ini Harta Properti Yudo Margono yang Jadi Calon Panglima TNI

Tersebar di 51 Lokasi, Ini Harta Properti Yudo Margono yang Jadi Calon Panglima TNI

Berita
Terbukti Aman, Akankah RISHA Diterapkan pada Rumah Subisidi?

Terbukti Aman, Akankah RISHA Diterapkan pada Rumah Subisidi?

Perumahan
Tahun 2023, Ciputra Bidik Zero Accident di Seluruh Proyeknya

Tahun 2023, Ciputra Bidik Zero Accident di Seluruh Proyeknya

Berita
Tak Perlu Repot, Masyarakat Bisa Laporkan Jalan Rusak via Aplikasi Ini

Tak Perlu Repot, Masyarakat Bisa Laporkan Jalan Rusak via Aplikasi Ini

Berita
Rumah Subsidi yang Terdaftar di Sireng Dijamin Aman Huni

Rumah Subsidi yang Terdaftar di Sireng Dijamin Aman Huni

Perumahan
Pembatasan PLTS 15 Persen dari PLN Dianggap Hambat Kemajuan EBT Indonesia

Pembatasan PLTS 15 Persen dari PLN Dianggap Hambat Kemajuan EBT Indonesia

Berita
Buku Peta Deagregasi Bahaya Gempa Indonesia Resmi Diluncurkan

Buku Peta Deagregasi Bahaya Gempa Indonesia Resmi Diluncurkan

Berita
Angkat Tema “We the People”, Begini Tampilan Dekorasi Natal Gedung Putih Tahun Ini

Angkat Tema “We the People”, Begini Tampilan Dekorasi Natal Gedung Putih Tahun Ini

Interior
[POPULER PROPERTI] Cerita Basuki Soal Bendungan Tapin yang Berhasil Cegah Banjir

[POPULER PROPERTI] Cerita Basuki Soal Bendungan Tapin yang Berhasil Cegah Banjir

Berita
Pembangunan Infrastruktur Kian Pesat, Depok Catat Kenaikan Harga Rumah Tertinggi

Pembangunan Infrastruktur Kian Pesat, Depok Catat Kenaikan Harga Rumah Tertinggi

Berita
Tiga Raksasa Sinarmas-Mitsubishi-Surbana Rilis TOD Hiera 108 Hektar

Tiga Raksasa Sinarmas-Mitsubishi-Surbana Rilis TOD Hiera 108 Hektar

Berita
Bedah Rumah hingga Perbaikan Aliran Sungai Antar SIG Raih Penghargaan ISDA 2022

Bedah Rumah hingga Perbaikan Aliran Sungai Antar SIG Raih Penghargaan ISDA 2022

Berita
Rest Area Tol Cipali Bakal Punya Dua Hotel Digital Juni 2023

Rest Area Tol Cipali Bakal Punya Dua Hotel Digital Juni 2023

Hotel
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.