Jakarta Diserbu Hotel Bermerek Asing

Kompas.com - 21/03/2016, 11:00 WIB
ILUSTRASI - Kamar hotel ShutterstockILUSTRASI - Kamar hotel
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta tetap menjadi gerbang bisnis perusahaan-perusahaan asing melakukan ekspansi dan tujuan turis mancanegara di Indonesia. Terlebih, kebijakan bebas visa untuk 90 negara sangat kuat mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan.

Kendati ekonomi melambat, pasar regional mengalami volatilitas dan terorisme mengancam Indonesia, namun kedatangan wisawatan mancanegara tumbuh sebesar 2,6 persen secara tahunan (2014-2015) menjadi 2,3 juta.

Karena itu, tak mengherankan jika dampak ikutannya adalah perkembangan pembangunan fasilitas akomodasi demikian pesat. Pasar hotel Jakarta pun tak hanya menggiurkan bagi pemain lokal, juga jaringan internasional.

Menurut catatan JLL Asia Pasifik, hingga akhir 2015, kamar hotel baru yang masuk pasar Jakarta sebanyak 3.537 unit. Pasokan baru ini didominasi hotel kelas ekonomi dan skala menengah, kecuali Raffles Hotels and Resorts dan Fairmont Hotels and Resorts.

Hotel ekonomi dan skala menengah tersebut di antaranya berasal dari hotel bermerek asing yakni Aston Priority Simatupang Hotel and Conference Center dengan 296 kamar.

Kemudian Sheraton Jakarta Gandaria City dengan 293 kamar, Holiday Inn Express Jakarta International Expo dengan 243 kamar, dan ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square dengan 211 kamar.

Bertambahnya pasokan kamar hotel baru tersebut membuat tingkat okupansi sedikit menurun menjadi 60,2 persen.

Sementara tarif rerata harian atau average daily rate (ADR) mencapai 175 dollar AS dan pendapatan per kamar tersedia atau revenue per available room (RevPAR) sebesar 105 dollar AS.

Untuk tahun ini dan 2017 mendatang, JLL memperkirakan pasokan kamar hotel baru di ibu kota Indonesia ini menjadi sekitar 3.900 unit. Jumlah ini meningkat 10,9 persen lebih tinggi ketimbang tahun 2015.

Menariknya, pasokan hotel mewah jauh lebih banyak. Sebut saja The Westin Jakarta, Alila SCBD, JW Marriott jakarta Kemang, dan Four Seasons Jakarta.

The Westin Jakarta dijadwalkan beroperasi pada 1 Agustus 2016. Hotel yang berada di dalam gedung Gama Tower, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, ini mencakup 283 kamar.

Menyusul Four Seasons Jakarta di The Capital Place, Jl Gatot Subroto. Hotel yang sejatinya sudah hadir sejak 20 tahun silam ini, menempati lokasi baru dengan jumlah 125 suites. Rencananya, Four Seasons jakarta beroperasi pada pertengahan 2016.

Berikutnya JW Marriott Jakarta Kemang Village yang akan dibuka pada 2017 mendatang. Hotel yang dibangun PT Lippo Karawaci Tbk ini berisi 175 kamar.

Sementara Alila SCBD Jakarta yang juga dibuka pada 2017, terdiri dari 240 kamar dan 7 ruang pertemuan. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X